ASAS-ASAS KETAHANAN NASIONAL

Beberapa Ancaman Dalam dan Luar Negeri

          Indonesia telah mengatasi ancaman- ancaman baik dari dalam maupun luar negeri dengan membangkitkan tekad bersama-sama menggalang kesatuan dan kecintaan bangsa. Berbagai pemberontakan PKI, RMS (Republik Maluku Selatan), PRRI Permesta dan juga gerakan sparatis di Timor- Timur yang pernah menyatakan dirinya berintegrasi dengan Indonesia, meskipun akhirnya kenyataan politik menyebabkan lepasnya kembali daerah tersebut. Ancaman sparatis dawasa ini ditunjukan dengan banyaknya wilayah atau propinsi di Indonesia yang menginginkan dirinya merdeka lepas dari Indonesia seperti Aceh, Riau, Irian Jaya, dan beberapa daerah lain, begitu pula beberapa aksi provokasi yang mengganggu kestabilan kehidupan sampai terjadinya berbagai kerusuhan yang diwarnai nuansa etnis dan agama dan gangguan dari luar adalah gangguan dari negara lain yang bermaksud menguasai pulau-pulau kecil yang dekat dengan wilayah mereka namun masih berada di didalam wilayah NKRI. Bangsa Indonesia telah berusaha dalam menghadapi segala macam ancaman tersebut dengan semangat persatuan dan keutuhan, meskipun demikian gangguan dan ancaman akan terus datang selama perjalanan bangsa masih terus berlanjut, dengan demikian maka diperlukan kondisi dinamis suatu bangsa yang dapat mengantisipasi keadaan apapun yang akan terjadi dinegara ini.

Asas – Asas Ketahanan Nasional

          Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasil, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Asas-asas tersebut adalah sebagai berikut (Lemhannas, 2000: 99 – 11).

a) . Asas kesejahtraan dan keamanan

          Kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional. Tanpa kesejahteraan dan keamanan, sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung dengan baik. Kesejahteraan dan keamanan merupakan suatu nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasional suatu bangsa. Kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada dan berdampingan dalam berbagai kondisi apapun di suatu negara. Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolak ukur ketahanan nasional.

b). Asas komprehensif/menyeluruh terpadu

          Artinya, ketahanan nasional mencakup seluruh aspek kehidupan. Aspek-aspek tersebut akan terus berkaitan dalam bentuk persatuan dan perpaduan secara selaras, serasi, dan seimbang.

c). Asas kekeluargaan

          Asas ini bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal hidup dengan asas kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan, dan kenyataan real ini dikembangkan secara serasi dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari konflik yang bersifat merusak/destruktif.

d). Asas mawas kedalam dan mawas keluar

          Asas mawas ke dalam da mawas ke luar sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Di samping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan linkungan sekelilingnya. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam maupun keluar.

a. Mawas ke dalam

          Mawas kedalam bertujuan untuk menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional tersebut berdasarkan pada nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. Hal tersebut tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi atau nasionalisme yang sempit.

b. mawas ke luar

          asas mawas keluar bertujuan untuk mengantisipasi dan berperan serta dalam mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri dan menerima kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.

Sifat-sifat Ketahanan Nasional

Ø Mandiri

          Maksudnya adalah kita  percaya pada kemampuan dan kekuatan bangsa sendiri dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi segala hambatan. Sifat ini merupakan prasyarat untuk menjalin suatu kerjasama. Kerjasama perlu dilandasi oleh sifat kemandirian, bukan semata-mata tergantung pada pihak lain

Ø Dinamis

          Yaitu tidak tetap, artinya suatu negara tidak akan mempertahankan kondisinya untuk selalu sama pada kondisi saat itu. Kondisi suatu negara akan mengalami naik turun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta lingkungan strategisnya. Dinamika ini selalu diorientasikan kemasa depan dan selalu diarahkan pada kondisi yang lebih baik.

Ø Wibawa

          Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional yang berlanjut dan berkesinambungan tetap dalam rangka meningkatkan kekuatan dan kemampuan bangsa. Dengan ini diharapkan agar bangsa Indonesia mempunyai harga diri dan diperhatikan oleh bangsa lain sesuai dengan kualitas yang melekat padanya. Atas dasar pemikiran diatas, maka berlaku logika, semakin tinggi tingkat ketahanan nasional, maka akan semakin tinggi wibawa negara dan pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan nasional.

Ø Konsultasi dan kerjasama

          Hal ini dimaksudkan adanya saling menghargai dengan mengandalkan pada moral dan kepribadian bangsa. Hubungan kedua belah pihak perlu diselenggarakan secara komunikatif sehingga ada keterbukaan dalam melihat kondisi masing-masing didalam rangka menjalin hubungan ini diharapkan tidak ada usaha mengutamakan konfrontasi serta tidak ada hasrat mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata.

Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional

          Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut :

a). Kedudukan :

          ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasila sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional.

b). Fungsi :

          Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat interregional (wilayah), intersektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang sektoral, yaitu pola berpikir tanpa memperhatikan keterkaitan antar sektor dalam penyelesaian masalah, tanpa melakukan interaksi, sharing dengan sektor-sektor yang lain. Pola pikir ini secara umum akan mengalami kegagalan karena tidak memasukkan faktor-faktor lain yang terkait dengan sektor secara utuh. Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.

Sumber:           http://emperordeva.wordpress.com/about/ketahanan-nasional/

                        http://hyrra.wordpress.com/2012/04/29/sifat-dan-asas-ketahanan-nasional/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s