Strategi untuk Memperbaiki Indonesia dalam Bidang Pendidikan

1. Kualitas Guru

    Kualitas guru sangat berpengaruh pada proses pendidikan. Guru memiliki tugas untuk mengajarkan setiap pelajaran kepada anak didiknya. Tidak hanya memberikan pelajaran berupa materi saja, guru juga berperan aktif sebagai motivator bagi siswanya, mendorong semangat mereka agar mereka tetap bersemangat dalam menggapai cita-cita yang mereka harapkan. Namun untuk mendapatkan kualitas guru yang baik tidaklah mudah. Buktinya banyak sekali siswa yang mengeluhkan cara mengajar guru yang tidak sungguh-sungguh atau sekedar hanya untuk masuk kelas saja, tidak menjelaskan materi dengan baik dan terlihat tidak menguasai materi. Bahkan ada pula guru yang memberikan hukuman secara fisik terhadap anak didiknya. Padahal hukuman fisik yang diberikan kepada siswa akan mengganggu psikologis dari siswa tersebut, siswa akan merasa ketakutan dan akan sulit untuk mengembangkan kemampuan dalam dirinya. Oleh sebab itu perlu dilakukan berbagai cara untuk menciptakan guru-guru yang berkualitas, diantaranya adalah mengikutsertakan guru dalam berbagai pelatihan atau penataran. Pelatihan atau penataran tersebut bertujuan untuk lebih meningkatkan kreatifitas guru dalam memberi pelajaran serta peningkatan keahlian para guru dalam menghadapi arus globalisasi. Cara lainnya yaitu dengan mengadakan kunjungan ke sekolah lain, sehingga antar sekolah dapat saling bertukar pikiran untuk menciptakan suatu sistem pendidikan yang lebih baik. Selain cara di atas, guru juga perlu mengadakan hubungan dengan  wali murid. Hal tersebut bertujuan agar antara guru dan orang tua dapat saling berdampingan dalam mendidik dan mengawasi siswa, sehingga para siswa dapat terarah pada kegiatan-kegiatan yang positif. 

    Selain permasalahan diatas, ada pula permasalahan lain yang berkaitan dengan guru, yaitu tidak meratanya penyebaran guru di seluruh Indonesia. Banyak sekali sekolah-sekolah di desa dan daerah-daerah terpencil yang kekurangan guru. Bahkan tak jarang guru yang menolak untuk ditempatkan di daerah-daerah terpencil dengan alasan fasilitas yang tidak memadai dan kurangnya tunjangan. Melihat hal tersebut maka pemerintah harus lebih memperhatikan serta meningkatkan kesejahteraan para guru terutama guru-guru yang ditempatkan di daerah terpencil. Namun demikian, saat ini banyak orang yang menjadi pahlawan yang mengabdikan dirinya untuk mengajar di daerah terpencil dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa tanpa mengharapkan imbalan.

2. Peningkatan Materi Pembelajaran

    Peningkatan materi pembelajaran sangat diperlukan untuk menambah pengetahuan para siswa. Dalam menyampaikan materi pembelajarannya, guru diharapkan tidak hanya terpacu pada materi yang ada di buku saja. Guru juga harus mampu menjelaskan materi berdasarkan pengaplikasiannya di dalam kehidupan nyata serta memberikan contoh-contoh yang menarik. Dengan demikian para guru harus benar-benar menguasai materi  pelajaran yang akan disampaikan, sehingga para siswa tertarik untuk mengikuti pembelajaran dan termotivasi untuk mencari pengetahuan yang lebih lagi di luar kegiatan belajar mengajar.

    Untuk meningkatkan materi pembelajaran yang disampaikan dalam kegiatan belajar mengajar, tentunya harus diimbangi dengan penetapan standar kurikulum yang baik. Kurikulum yang selalu berubah di seiap tahunnya seringkali mengakibatkan terhambatnya penyampaian materi karena berbeda dengan kurikulum di tahun sebelumnya. Hal tersebut mengakibatkan perlunya waktu yang cukup lama untuk menyesuaikan proses belajar mengajar dengan kurikulum yang baru, sehingga proses belajar dan mengajar menjadi tidak efektif dan efisien.

3. Peningkatan Metode Pembelajaran

    Metode pembelajaran di sekolah juga harus diperhatikan. Sehingga siswa tidak merasa jenuh saat proses belajar mengajar. Metode yang dapat diterapkan guru saat proses belajar mengajar yaitu metode tanya jawab antara guru dengan siswanya, metode presentasi baik secara berkelompok atau secara perorangan, mengajak para siswa untuk belajar di alam terbuka, ataupun melakukan pembelajaran yang ditunjang dengan praktikum di laboratorium agar para siswa lebih memahami teori yang ada dalam buku pelajaran.

4. Peningkatan Sarana dan Prasarana

    Sarana di dalam sekolah meliputi seuruh peralatan dan perlengkapan yang secara langsung berguna untuk menunjang proses belajar mengajar yang meliputi gedung sekolah, kelas, meja, kursi, laboratorium beserta alat-alatnya, lapangan olah raga, dan lain-lain. Sedangkan prasarana adalah komponen yang secara tidak langsung menunjang kegiatan belajar mengajar seperti jadwal pelajaran dan tata tertib yang berlaku di sekolah.

    Permasalahan yang banyak dihadapi di daerah atau tempat-tempat terpencil yaitu tidak terpenuhinya sarana dan prasarana yang layak untuk kegiatan belajar mengajar. Banyak siswa yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di gedung-gedung yang sudah rapuh dengan atap yang bocor. Yang perlu dilakukan untuk menghadapi masalah tersebut yaitu menciptakan korelasi antara masyarakat dengan pemerintah untuk bersama-sama membangun sekolah-sekolah yang layak sampai di tempat-tempat terpencil lengkap dengan sarana yang baik yang bertujuan melancarkan kegiatan belajar mengajar, karena setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s