Membangun Strategi Sosial Nasionalisme yang Berkelanjutan

1. Nasionalisme
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas menyebutkan bahwa nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Dewasa ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan. Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warganegara, etnis, budaya, keagamaan dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebahagian atau semua elemen tersebut.

2. Bentuk-Bentuk Nasionalisme
Nasionalisme terbagi kedalam beberapa bentuk. Bentuk-bentuk dari nasionalime tersebut adalah sebagai berikut:
a. Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, “kehendak rakyat”; “perwakilan politik”.
b. Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat.
c. Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semula jadi (“organik”) hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik.
d. Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya “sifat keturunan” seperti warna kulit, ras dan sebagainya.
e. Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah ‘national state’ adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri.
f. Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Walaupun begitu, lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan.

3. Membangun Strategi Sosial Nasionalisme yang Berkelanjutan
Berdasarkan berbagai pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa semangat nasionalisme dan patriotisme sangat diperlukan dalam pembangunan bangsa agar setiap elemen bangsa bekerja dan berjuang keras mencapai jati diri dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa yang bermartabat. Jati diri dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa ini merupakan modal yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan di masa depan. Pembangunan strategi sosial nasionalisme harus lebih diarahkan pada elemen-elemen strategis dalam percaturan global. Oleh sebab itu, strategi yang dapat dilakukan antara lain:
a. Penguatan peran lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dalam ikut membangun semangat nasionalisme dan patriotisme, terutama di kalangan generasi muda. Generasi muda adalah elemen strategis di masa depan.
b. Penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah yang dalam konteks kepentingan nasional dinilai strategis, seperti: daerah perbatasan, kawasan industri strategis, daerah pertanian (logistik), serta daerah penghasil bahan tambang dan hasil hutan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperkecil kesenjangan ekonomi, sosial, dan budaya di wilayah tersebut melalui berbagai program pendidikan dan pembinaan yang melibatkan peran masyarakat setempat.
c. Penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat yang hidup di daerah rawan pangan (miskin), rawan konflik, dan rawan bencana alam. Strategi ini dapat dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai program yang diorientasikan pada peningkatan kesetiakawanan sosial dan partisipasi masyarakat.
d. Peningkatan apresiasi terhadap anggota atau kelompok masyarakat yang berusaha melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya bangsa. Demikian pula dengan anggota atau kelompok masyarakat yang berhasil mencapai prestasi yang membanggakan di dunia internasional. Apresiasi ini dapat dilakukan dengan pemberian penghargaan oleh negara dan kemudian prestasinya diangkat oleh media massa.
Peningkatan peran Pemerintah dan masyarakat RI dalam ikut berperan aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan regional dan internasional, seperti: penyelesaian konflik, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan lain-lain.

4. Hal yang dapat Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme
Jiwa nasionalisme yangat penting dan harus dimiliki olehsetiap warga negara. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhan jiwa nasionalisme antara lain ebagai berukut.
a. Melestarikan kebudayaan Indonesia, tentunya kita pun harus bangga dan cinta terhadapnya.
b. Mencintai dan bangga akan produk-produk dalam negeri.
c. Ikut serta dalam pengembangan dan pembangunan negeri.
d. Mengutamakan sikap pluralisme, yaitu rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain.

5. Upaya Menanamkan Sikap Sosial Nasionalisme di Sekolah
Menanamkan sikap sosial nasionalisme tentunya harus diterap kan kepada anak-anak sejak dini. Beberapa upaya menanamkan sikap sosial nasionalisme yang dilakukan di sekolah adalah:
a. Melaksanakan Upacara Bendera
Rasa cinta tanah air dapat ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar tertanam rasa cinta tanah air di hatinya dan dapat menjadi pribadi yang dapat menghargai bangsa dan negaranya. Kegiatan upacara bendera yang selalu dilaksanakan di sekolah secara tidak langsung berdampak pada sikap perilaku siswa, sehingga dapat mencintai tanah air dan menghargai bendera merah putih dengan menghormati bendera setiap kali dikibarkan.
b. Melatih Siswa untuk Aktif dalam Berorganisasi
Kegiatan anak di luar belajar formal juga dapat melatih inisiatif. Anak yang melibatkan dirinya dalam suatu organisasi, akan berusaha menjadi pribadi yang berguna. Anak yang berorganisasi juga cenderung lebih obyektif dalam menilai sesuatu, karena ia terbiasa dengan perbedaan dan akan lebih mudah menerimanya. Anak juga lebih mudah menerima konflik yang biasa terjadi dalam organisasi.
c. Melalui Acara Memperingati Hari Besar Nasional
Kegiatan lain yang dapat menanamkan sikap sosial nasionalisme adalah memperingati hari besar nasional dengan kegiatan lomba atau pentas budaya, mengenalkan aneka kebudayaan bangsa secara sederhana dengan menunjukkan miniatur candi dan menceritakannya, gambar rumah dan pakaian adat, mengenakan pakaian adat pada hari kartini, serta mengunjungi museum terdekat, mengenal para pahlawan melalui bercerita atau bermain peran.
d. Memberikan Pendidikan Moral
Membentuk moral dapat dilakukan dengan cara menceritakan suatu dongeng. Kegiatan membaca dongeng dan berdiskusi antara guru dengan siswa ini dapat dilakukan di sekolah dengan tujuan menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan.

6. Upaya Menanamkan Sikap Sosial Nasionalisme dalam Keluarga
Upaya menanamkan sikap sosial nasionalisme sebaiknya tidak hanya dilakukan di sekolah, keluarga juga memiliki peran penting dalam menanamkan sikap sosial nasionalisme terhadap anaknya. Beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk menanamkan sikap sosial nasionalis adalah sebagai berikut:
a. Mendidik anak untuk mencintai budaya, dan alam indonesia dengan mengajarkan dan mengenalkan permainan tradisional
Pada dasarnya permainan tradisional sangat baik untuk melatih fisik dan mental anak. Secara tidak langsung anak-anak akan dirangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional. Permainan tradisional memberikan banyak pembelajaran bagi anak-anak yang pada akhirnya mampu membentuk pribadi yang tidak egois dan mengajarkan anak untuk selalu menjalin hubungan baik dengan sesama teman. Hal tesebut dikarenakan permainan tradisional tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga harus dilakukan bersama dengan orang lain.
b. Memberikan arahan pada anak bahwa indonesia adalah negara yang kuat, besar dan kaya
Sejak dini perlu di tanamkan pada anak bahwa setiap warga negara dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga dan membangun negara Indonesia tercinta yang penuh akan kekayaan tanpa melihat status, golongan ataupun jabatan.
Hal tersebut seharusnya tidak hanya diucapkan melalui kata-kata atau sebuah wacana tanpa mempraktekannya dalam kehidupan sehar-hari. Siapapun dapat melakukan tanggung jawabnya sesuai peran apapun yang diambilnya.
c. Mengajarkan dan mencontohkan pada anak untuk mandiri dan bangga dengan produk dalam negeri
Di era globalisasi ini banyak anak yang sudah mulai lupa dengan identitas bangsanya sendiri. Anak-anak cenderung lebih suka hal-hal yang kebarat-baratan, orang tuapun lebih suka mengajak anakya makan di restoran fast food daripada makan makanan daerah. Hal tersebut membuat anak cenderung terbiasa dengan makanan barat daripada makanan Indonesia. Sebagai orang tua harus mendidik dan memperkenalkan identitas bangsa indonesia pada anak sehingga anak akan lebih mencintai dan mengenal bangsanya sendiri.
d. Mengajarkan anak untuk mencintai sesama dan memiliki rasa empati terhadap sesamanya
Cinta sesama yang bisa ditanamkan pada anak yaitu dengan mengajarkan sikap saling menolong. Membiasakan anak untuk selalu menolong orang lain dapat membentuk kepribadian yang baik. Salah satu aranya yaitu mengajak anak untuk berpartisipasi dalam membantu korban bencana alam yaitu dengan memberikan sumbangan baik berupa barang ataupun tenaga.
e. Mengenalkan semangat kepahlawanan pada anak
Banyak cara untuk mengenalkan semangat kepahlawanan pada anak, diantaranya adalah dengan berdongeng, mendongeng dapat membangun emosi, imaginasi, mengembangankan logika dan adaya khayal, dan juga pengembangan tata bahasa. Orang tua dapat menceritakan bagaimana sulitnya para pejuang untuk memperjuangkan bangsa ini. Penyampaian pesan-pesan melalui berdongeng akan lebih cepat ditangkap oleh anak.

Sumber:
http://f4j4rsmkn1kelayang.wordpress.com/kurikulum/semangat-nasionalisme-di-hut-ri-ke-67/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s