KASUS ILMU TEKNOLOGI DAN LINGKUNGAN

Pembangunan pada sektor industri merupakan salah satu cara yang paling tepat untuk menanggulangi masalah pengangguran serta kemiskinan. Hal tersebut juga dapat meningkatkan perekonomian negara sehingga dapat mengurangi barang import. Adanya perindustrian dapat mendidik bangsa menjadi bangsa yang produktif dan menghilangkan sifat konsumtif.

Meskipun memiliki dampak yang positif, pembangunan proyek industri juga dapat mengakibatkan kasus pencemaran yang dapat merusak lingkungan. Hal tersebut dapat terjadi karena proyek-proyek pembangunan industri atau kegiatan produksi tersebut tidak menaati kaidah lingkungan hidup sehingga terjadi pencemaran tanah, air dan udara yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan bagi masyarakat. Penyakit-penyakit yang timbul yaitu seperti penyakit kulit, gangguan pernapasan, gangguan pencernaan dan lain-lain.

Kasus pencemaran udara yang terjadi dapat diakibatkan oleh pembuangan gas pembakaran mesin diesel dan gas sisa produksi yang dibuang melalui cerobong asap. Cerobong asap tersebut sebenarnya merupakan alat untuk menyaring udara sisa sebelum dibuang, namun cerobong asap tersebut belum memiliki spesifikasi yang baik dalam mengurangi polusi.

pencemaran-udara-2

Gambar 1 Pencemaran Udara

Pencemaran air dan tanah dipengaruhi oleh pembuangan limbah yang dibuang ke sungai atau saluran air warga. Pencemaran ini dakibatkan juga oleh pengolahan dan sterilisasi limbah yang kurang baik sehingga limbah yang dibuang ke sungai masih mengandung bahan-bahan logam maupun organik yang berbahaya. Bahan-bahan ini bukan hanya mengganggu kesehatan warga namun juga dapat mengganggu populasi hewan dan tumbuhan air serta dapat menyebabkan mutasi.

download

Gambar 2 Pencemaran Air dan Tanah

Pembangunan industri seringkali digunakan bahan-bahan kimia dalam proses produksi. Bahan-bahan kimia tersebut seringkali mengakibatkan keracunan bagi orang yang mengenainya. Bahan-bahan kimia berbahaya yang sering digunakan pada proses produksi adalah HCl, H2s, H2SO4, HNO3. Bahan tersebut dapat berupa asam dan basa. Bahan-bahan tersebut sering mengakibatkan gangguanpernapasan dan iritasi pada kulit yang terkandung di dalam bahan tersebut.

download (1)

Gambar 3 Pencemaran Bahan Kimia

Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dijelaskan bahwa upaya penanganan terhadap permasalahan pencemaran terdiri dari langkah pencegahan terhadap permasalahan pencemaran dan langkah pengendalian. Upaya pencegahan yaitu dengan mengurangi sumber dampak lingkungan yang lebih berat. Adapun penanggulangan dan pengendaliannya adalah upaya pembuatan standar bahan baku mutu lingkungan, pengawasan lingkungan dan penggunaan teknologi dalam upaya mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Secara umum, berikut ini merupakan upaya pencegahan atas pencemaran lingkungan.

  1. Mengatur sistem pembuangan limbah industri sehingga tidak mencemari lingkungan.
  2. Menempatkan industri atau pabrik terpisah dari kawasan pemukiman penduduk.
  3. Melakukan pengawasan atas penggunaan beberapa jenis pestisida, insektisida, dan bahan kimia lain yang berpotensi menjadi penyebab dari pencemaran lingkungan.
  4. Melakukan penghijauan.
  5. Memberikan sanksi stau hukuman secara tegas terhadap pelaku kegiatan yang mencemari lungkungan.
  6. Penggunaan lahan yang ramah lingkungan.
  7. Melakukan penyuluhan dan pendidikan lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti dan manfaat lingkungan hidup yang sesungguhnya disekitar kawasan industri.

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s