SUMBER DAYA ALAM

HUTAN MANGROVE

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di daerah pantai, biasanya terdapat di daearah teluk dan di muara sungai yang dicirikan denga tidak terpengaruh oleh iklim, dipengaruhi pasang surut, tanah tergenang air laut, tanah rendah pantai, hutan tidak mempunyai struktur tajuk, jenis-jenis pohonnya biasanya terdiri dari api-api (Avicenia sp.), pedada (Sonneratia sp.), bakau (Rhizophora sp.), lacang (Bruguiera sp.), nyirih (Xylocarpus sp.), nipah (Nypa sp.) dan lain-lain. Hutan mangrove dibedakan dengan hutan pantai dan hutan rawa. Hutan pantai yaitu hutan yang tumbuh disepanjang pantai, tanahnya kering, tidak pernah mengalami genangan air laut ataupun air tawar. Ekosistem hutan pantai dapat terdapat disepanjang pantai yang curam di atas garis pasang air laut. Kawasan ekosistem hutan pantai ini tanahnya berpasir dan mungkin berbatu-batu. Sedangkan hutan rawa adalah hutan yang tumbuh dalam kawasan yang selalu tergenang air tawar. Oleh karena itu, hutan rawa terdapat di daerah yang landai, biasanya terletak di belakang hutan payau.

Fungsi ekosistem mangrove mencakup fungsi fisik (menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi laut/abrasi, intrusi air laut, mempercepat perluasan lahan, dan mengolah bahan limbah), fungsi biologis (tempat pembenihan ikan, udang, tempat pemijahan beberapa biota air, tempat bersarangnya burung, habitat alami bagi berbagai jenis biota) dan fungsi ekonomi (sumber bahan bakar, pertambakan, tempat pembuatan garam, bahan bangunan dan lain-lain). Hutan mangrove juga berfungsi sebagai habitat satwa liar, penahan angin laut, penahan sedimen yang terangkut dari bagian hulu dan sumber nutrisi biota laut. Selain itu hutan mangrove dapat melindungi daerah pesisir dari terjangan tsunami, terbukti dengan banyaknya daerah di Sumatra Utara yang memiliki hutan mangrove mendapat dampak kerusakan yang kecil waktu terjadi tsunami dibandingkan daerah-daerah lain yang sedikit atau bahkan tidak mempunyai hutan mangrove. Hal ini karena hutan mangrove yang lebat berfungsi sebagai tembok alami. Hutan mangrove mengurangi dampak tsunami dengan dua cara yaitu kecepatan air berkurang karena pergesekan dengan hutan mangrove yang lebat, dan volume air dari gelombang tsunami yang sampai ke daratan menjadi sedikit karena air tersebar ke banyak saluran (kanal) yang terdapat di ekosistem mangrove.

PERMASALAHAN RUSAKNYA HUTAN MANGROVE

Indonesia merupakan negara yang memiliki hamparan hutan mangrove terluas di dunia diikuti negara Nigeria dan Meksiko. Luas hutan mangrove di Indonesia sekitar 4.251.011 Ha yang tersebar di beberapa pulau seperti Jawa dan Bali, Sumatra, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Irian. Setiap tahun keadaan hutan mangrove di Indonesia semakin lama semakin mengkhawatirkan. Jika ini dibiarkan terus menerus maka hutan mangrove kita tidak akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Dari data yang ada, dapat digambarkan bahwa kondisi hutan mangrove di Indonesia sedang mengalami tekanan yang hebat oleh berbagai bentuk kegiatan sehingga menyebabkan hilangnya hutan mangrove dalam jumlah yang besar. Hal ini tentu sangat merugikan mengingat hutan mangrove merupakan pelindung pantai dari terjadinya abrasi.

Sebagian hutan mangrove telah berubah statusnya menjadi lahan-lahan yang kurang atau bahkan tidak memperhatikan aspek lingkungan sama sekali. Salah satu contoh yang paling ironis terjadi di kawasan hutan mangrove yang sangat terkenal di kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Kawasan yang ditetapkan sebagai “Suaka Margasatwa” sejak pemerintahan Belanda dengan nama “Karang Gading” mempunyai luas sekitar 9.520 Ha. Karang Gading merupakan habitat berbagai jenis mamalia, burung, reptil, ikan dan hewan tingkat rendah lainnya dan kawasan ini juga kaya dengan berbagai jenis kerang-kerangan, kepiting, udang dan berbagai jenis burung. Akan tetapi sekarang kondisinya sudah sangat berbeda, sebagian kawasan ini hamper gundul akibat penebangan liar dan pembukaan lahan-lahan pertanian. Sekitar 2.000 Ha dari kawasan ini telah berubah menjadi tambak udang.

Eksploitasi dan degradasi hutan mangrove yang tidak terkontrol dikhawatirkan dapat mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan ekosistem kawasan pantai seperti intrusi air laut, abrasi pantai dan punahnya berbagai jenis flora dan fauna. Kerusakan hutan mangrove secara terus menerus berpotensi merusak perekonomian lokal, regional dan nasional dalam sektor perikanan. Untuk jangka panjang kerusakan mangrove dapat menurunkan produksi perikanan laut. Rusaknya hutan mangrove juga dapat mengakibatkan terputusnya ekosistem (mata rantai kehidupan makhluk hidup akan terganggu) dan sebagai akibatnya akan menimbulkan ketidakseimbangan antara makhluk hidup dan alam.

PENYELESAIAN PERMASALAHAN HUTAN MANGROVE

Dalam mengatasi kerusakan hutan mangrove yang semakin parah maka harus dilakukan upaya-upaya untuk mencegah kerusakan tersebut semakin parah serta dilakukan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi hutan mangrove secara utuh, sehingga dapat mengembalikan ekosistem seperti sedia kala. Lankah-langkah yang dapat dilakukan untuk merehabilitasi hutan mangrove seperti sedia kala antara lain dengan penanaman kembali hutan mangrove yaitu dilakukan dengan penghijauan aatupun reboisasi di kawasan hutan mangrove yang mengalami kerusakan. Penanaman hutan mangrove juga dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat dalam pembibitan, penanaman, pemeliharaan serta pemanfaatan hutan mangrove berbasis konversi. Hal ini sekaligus merupakan salah satu upaya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan dan diharapka akan mampu mengurangi terjadinya penebangan maupun pembukaan tambak secara liar. Untuk dapat memperoleh partisipasi masyarakat tersebut maka dapat ditumbuhkembangkan melalui koordinasi dan pendekatan dengan memberikan penjelasan dan masukan kepada masyarakat luas tentang potensi ekonomi dari hutan mangrove dan dampak kerusakannya. Hal ini dapat dilakukan antara lain melalui diskusi-diskusi, seminar, lokakarya maupun penyuluhan. Disamping itu, penyelesaian permasalahan hutan mangrove dapat pula dilakukan dengan mengatur kembali tata ruang wilayah pesisih ataupun pemukiman menjadi kota ekologi yang dapat dimanfaatkan sebagai wisata pantai. Pembuatan pola empang parit juga dapat dijadikan sebagai salah satu kegiatan yang dapat melestarikan hutan mangrove. Nelayan diizinkan mengembangkan usaha budidaya ikan secara tertib pada hutan mangrove yang rusak atau tidak produktif masing-masing seluas 2-3 Ha pada kawsan hutan produksi tetap, kering pada waktu pasang surut dan tergenang 0,5 meter pada waktu pasang naik. Nelayan diwajibkan merehabilitasi hutan mangrove yang rusak dan mengamankannya dari gangguan. Hal ini sekaligus merupakan salah satu upaya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan dan diharapka akan mampu mengurangi terjadinya penebangan maupun pembukaan tambak secara liar.

Sumber: http://7blackangel.blogspot.com/2010/05/perasalahan-hutan-mahgrove-dan.html

Iklan

2014 DAN SAYA

Tahun 2014 kini telah tiba, tahun baru yang akan memberikan kehidupan yang baru bersama dengan harapan-harapan yang baru pula. Tak dapat kupungkiri di tahun-tahun sebelumnya, tepatnya di perkuliahan tingkat pertama, banyak sekali hal-hal yang kualami. Hal-hal sulit dan hal yang menyenangkan seolah mewarnai hidupku. Kutemukan teman-teman baru yang menyenangkan, kami merasa nyaman saat berkumpul bersama. Saat kita kumpul bersama selalu ada hal-hal baru yang dibicarakan yang membuat kami tertawa. Di tahun tersebut kehidupanku seolah mengalir apa adanya, seperti mengambang tanpa target-target yang ingin kucapai. Di tahun itu aku banyak menggunakan waktuku untuk hal-hal yang kurang penting, jalan ke mall, nonton, karaoke, ya.. seperti itulah yang kulakukan bersama teman-teman kelasku. Ya.. walaupun memang nilai IPK yang ku dapatkan cukup bagus, tetapi itu tidak cukup memuaskan bagiku. Aku mencoba untuk memperbaikinya pada semester berikutnya, aku mulai memprioritaskan hal-hal yang penting, aku lebih fokus untuk belajar, mengejar ketertinggalan nilaiku. Dan akhirnya aku bisa meningkatkan nilaiku, walau tidak begitu jauh peningkatannya.

            Di tahun 2014 ini aku berada di tingkat 2 perkuliahanku bersama dengan teman-teman yang baru dan ada juga teman-temanku dari kelas yang lama. Pada awalnya cukup sulit memang bersama teman-teman baru, karena aku dan teman-temanku di tingkat satu sudah sangat dekat, walau demikian kami masih sering mencari waktu untuk sekedar berkumul bersama atau makan bersama. Tetapi bukan berarti aku tidak bisa menerima teman baruku, aku dan teman-teman di kelasku kini mulai akrab satu sama lain. Mereka juga teman-teman yang menyenangkan dan pintar. Setelah mengenal teman-teman baruku ini aku lebih semangat belajar, karena mereka semua anak-anak yang pintar, aku tidak mau tertinggal dari teman-temanku. Walaupun merena anak-anak yang pintar, mereka tidak pernah sombong. Mereka mau saling berbagi ilmu. Kamipun sering belajar bersama dan berkumpul bersama untuk sekedar bertukar pikiran.

Di tahun ini aku mulai menuliskan target-target dan harapan-harapan yang ingin kucapai. Tahun ini aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih dekat lagi dengan Allah, kuperbaiki lagi ibadahku kepada tuhanku. Kugunakan waktu luangku untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti membaca Al-Qur’an atau sekedar mengulang pelajaran. Di perkuliahan tingkat dua ini aku ingin diterima sebagai asisten laboratoriun dasar. Aku ingin meningkatkan nilai IPK ku. Aku tidak mau ada matakuliah yang diulang. Aku ingin lebih membanggakan kedua orang tuaku. Dan aku ingin persahabatan yang tanpa pengkhianatan ini untuk selamanya.

Penyadapan Australia terhadap Indonesia

Perjalanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono antara lain ke Inggris juga disadap. Akibatnya, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan Kementerian Luar Negeri menuntut pemerintah Amerika Serikat dan Australia untuk memberikan penjelasan tentang desas-desus atau isu keterlibatan Washington dan Canberra terhadap penyadapan pembicaraan Presiden Yudhoyono.
Istana Wakil Presiden terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan yang tepat bersebelahan dengan kantor resmi para diplomat AS di Jakarta. Para petugas keamanan Indonesia tentu sadar sekali bahwa pembicaraan di kantor Wapres itu sangat mudah disadap oleh AS sehingga tentu para petugas keamanan Indonesia sudah melakukan tindakan pengamanan atau mengantisipasinya.
Bappenas Salah satu kantor pemerintah Indonesia yang sangat penting adalah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas yang terletak di Jalan Taman Suropati, Jakarta. Tugas Bappenas sangat berat dari dahulu hingga sekarang yakni merencanakan pembangunan di seluruh Tanah Air mulai dari Jakarta hingga Papua Barat. Selain itu, para pejabat Bappenas juga harus merundingkan dengan petugas-petugas berbagai negara lainnya tentang berbagai hal misalnya bantuan asing, hingga kegiatan ekspor dan impor. Ternyata pembicaraan intern di Bappenas itu bisa bocor antara lain karena di depan kantor Bappenas itu terdapat rumah dinas duta besar Amerika Serikat. Pembicaraan di Bappenas, termasuk mesin fax, foto copy berhasil disadap oleh “mitra” Indonesia itu. Akibatnya, posisi Indonesia jika akan berunding dengan AS sudah bocor duluan sehingga sikap “tawar-menawar” Jakarta terhadap Washington menjadi sudah diketahui lebih dahulu. Akibatnya, sikap Indonesia menjadi sangat lemah.
Seorang jenderal berbintang dua yang sudah puluhan tahun bergerak di bidang intelijen pernah mengungkapkan kepada Antara bahwa intel-intel AS itu tidak hanya bergerak di Jakarta tapi juga “bergerilya” di berbagai daerah di Tanah Air terutama di wilayah-wilayah yang rawan secara politis dan keamanan seperti Aceh. Setelah terjadinya gelombang tsunami Aceh pada 26 Desember 2004, muncul bantuan kemanusiaan dari berbagai negara termasuk dari Washington yang mengirimkan bantuan kemanusiaan. Tapi ternyata banyak pesawat AS yang tidak hanya mengangkut bantuan, tapi juga masuk ke wilayah-wilayah yang seharusnya tidak termasuk dalam jalur penerbangan mereka. Namun sayangnya, Indonesia tidak bisa membuktikan adanya tindakan-tindakan ilegal seperti jika pesawat AS itu melakukan pemotretan yang sangat ilegal tersebut.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa tentu sudah tepat jika meminta penjelasan dari para pejabat Washington dan Canberra terhadap tudingan- tudingan bahwa telah terjadi aksi liar berupa penyadapan tersebut. Para petinggi Indonesia harus mau dan mampu bersura keras dan tajam terhadap proses penyadapan yang dilakukan asing, apa pun negaranya. Kalau Jakarta hanya protes yang bersifat basa-basi, maka tindakan indonesia tu hanya akan dianggap sebagai hal yang bersifat formalitas saja. Kalau misalnya pembicaraan intern di Bappenas menyangkut perjanjian dagang dengan Wasington masih bocor lagi, maka kapan Indonesia akan mampu memiliki posisi tawar-menawar yang makin baik. Selain itu, jajaran keamanan Indonesia seperi Badan Intelijen Negara(BIN), Badan Intelijen dan Strategis Markas Besar TBI atau BIN serta Lembaga Sandi Negara atau Lemsaneg juga harus meningkatkan kemampuan seluruh pejabat dan petugas terkait untuk meningkatkan kemampuan anti sadapnya sambil terus melengkapi diri dengan berbagai peralatan yang semakin canggih agar Indonesia tidak lagi menjadi bulan-bulanan “mitra-mitranya yang baik” itu.
Kasus penyadapan memang sedang menarik saat ini, tidak saja antara Indonesia dan Australia, melainkan juga menghinggapi berbagai belahan dunia. Jauh, sebelum mengenai aksi penyadapan orang-orang nomor satu dan penting di Indonesia, salah satu sumber penyedia dan analisis dari Kasperky telah melansir sebuah infografik yang memuat sejumlah negara menjadi incaran mata-mata (cyber espionage).
langkah tegas pemerintah Indonesia untuk menarik duta besarnya, Nadjib Riphat Kesoema dari Canberra Australia patut diapresiasi seperti yang diungkapkan oleh Anggota Komisi I (Bidang Pertahanan, Intelijen, dan Luar Negeri) DPR, Tjahjo Kumolo dalam tulisannya “Pulangkan Dubes Australia” (Suara Merdeka, 20 November 2013). Selain itu pula, menurut Tjahjo, pemerintahan Presiden SBY yang berprinsip thousand friends zero enemy (seribu kawan tanpa lawan) sunggauh naif. Seharusnya, pemerintahan Presiden SBY menyadari bahwa karakter hubungan internasional secara universal memang lebih realistis ketimbang idealis-utopis.
Kembali ke infografik yang dirilis Kasperky yang disebut dengan operasi ‘Red October’ memang tidak menyinggung secara keseluruhan dalam hal penyadapan gadget atau pun mobile phone, tapi dari penjelasan dan informasi yang mereka kemukakan untuk negara Indonesia sendiri mendapat simbol yang berhubungan dengan ‘diplomatic’. Kita tidak bisa menjamin bahwa penyadapan hanya berhubungan dengan dunia cyber, semisal perangkat komputer, jaringan, dalam arti luas penggunaan seluler oleh orang-orang terkemukan pun termasuk dalam dunia cyber. Tujuan utama dari sejumlah serangan cyber (diam-diam) adalah untuk mengumpulkan dokumen-dokumen sensitif dari sejumlah organisasi, termasuk intelijen geopolitik, mandat untuk mengakses sistem komputer rahasia dan data dari perangkat mobile pribadi dan jaringan. Kasus ini pun diidentifikasi sudah dilancarkan sejak Oktober 2012, maka tidak heran kehebohan pun baru terasa sekarang, khususnya di Indonesia. Mari lebih melek teknologi, bukan saja melek teknologi penyadapan.

Sumber:
http://www.suarapembaruan.com/home/penyadapan-as-dari-era-presiden-habibie-hingga-sby/44477
http://hack87.blogspot.com/2013/11/infografik-sejumlah-penyadapan-di.html

Makna Lagu Papua Dalam Cinta

Lirik Lagu:
Begitu banyaknya pulau yang indah
Inilah papuaku
Permata hijau laut dan seninya
Begitu banyak langkah jiwa

Banyak pujian dan kekaguman
Budaya dan alammu
Kamu dan aku sama-sama cinta
Cinta padamu papuaku

Tiada yang lebih membanggakan jiwa
Hanyalah papuaku
Senyuman tulus dan penuh cinta
Sungguh menyentuh sanubari

Banyak pujian dan kekaguman
Hanyalah untuk papuaku
Kita cinta papua, tanah papua

Harumkan indonesia dari sini
Satukan tujuan dalam cinta

[rap]

Cobalah menjaga yang sudah semestinya dijaga
Papuaku tercinta biarkanlah alamnya terus indah
Satukan tujuan menjaga yang kita punya
Papua aku papua kamu

Harumkan indonesia dari sini
Satukan tujuan dalam cinta
Harumkan indonesia dari sini
Satukan tujuan dalam cinta

Makna lagu:
‘Papua Dalam Cinta’ bercerita tentang Papua yang sarat dengan keindahan alam, seni dan budaya, yang secara tidak langsung akan mengingatkan kita akan fakta bahwa Papua adalah aset bangsa yang sangat berharga, dan sudah selayaknya harus kita jaga dengan baik. Papua tidak hanya berisi kepentingan-kepentingan politik dan bisnis, akan tetapi Papua juga punya atlit, musisi, alam yang indah, hasil bumi yang sangat menjanjikan, seni budaya, dan masih banyak lagi aspek yang sangat berpotensi mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia.
Segala potensi yang ada di Papua itu belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal oleh indonesia. Oleh sebab itu kita seharusnya bekerja sama untuk mengembangkan potensi yang ada di papua dan terus melestarikan alamnya. Disamping potensi alam yang ada di papua, kualitas sumber daya manusia pun harus ditingkatkan agar bisa menjaga alam papua. Sehingga alam papua terus indah dan menjadi kebanggaan indonesia.

Sumber:
http://musicshow.info/lagu-yang-menceritakan-keindahan-indonesia/
http://himfiles.blogspot.com/2011/12/himstage-papua-dalam-cinta-pay-ft-soa.html

BIOGRAFI PAHLAWAN NASIONAL Ki Hajar Dewantara

ki hajar dewantara
Nama : Ki Hajar Dewantara
Gelar : Pahlawan Kemerdekaan Nasional
Dasar Hukum : Kepres No.305 Tahun 1959 tanggal 28 November 1959
Lahir : Yogyakarta, 2 Mei 1889
Wafat : Yogyakarta, 28 April 1959
Pendiri Taman Siswa ini adalah Bapak Pendidikan Nasional. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan). Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 28 April 1959 dan dimakamkan di sana.
Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.
Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.
Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka. Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.
Setelah ditolaknya pendaftaran status badan hukum Indische Partij ia pun ikut membentuk Komite Bumipoetra pada November 1913. Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda. Komite Boemipoetra itu melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut. Sehubungan dengan rencana perayaan itu, ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga). Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker itu antara lain berbunyi: “Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.
Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman tanpa proses pengadilan, berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk bertempat tinggal. Ia pun dihukum buang ke Pulau Bangka. Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil. Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Soewardi. Tetapi pihak Belanda menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan memberontak pada pemerinah kolonial. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman internering. Douwes Dekker dibuang di Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda.
Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa memperlajari banyak hal dari pada didaerah terpencil. Akhirnya mereka diijinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman. Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berhasil memperoleh Europeesche Akte. Kemudian ia kembali ke tanah air di tahun 1918. Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan.
Setelah pulang dari pengasingan, bersama rekan-rekan seperjuangannya, ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu kemudian dicabut.
Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Tamansiswa, ia juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tulisannya berjumlah ratusan buah. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.
Sementara itu, pada zaman Pendudukan Jepang, kegiatan di bidang politik dan pendidikan tetap dilanjutkan. Waktu Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943, Ki Hajar duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta dan K.H. Mas Mansur.
Setelah zaman kemedekaan, Ki Hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Nama Ki Hajar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957. Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu, ia meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di
Yogyakarta dan dimakamkan di sana.
Selain ajarannya di bidang pendidikan, Ki Hajar juga meninggalkan pesan yang sangat baik diteladani. Pesan tersebut kini dapat dilihat pada museum sumpah pemuda di Jl. Kramat Raya, Jakarta. “Aku hanya orang biasa yang bekerja untuk rakyat indonesia dengan cara indonesia. Namun yang penting untuk kalian yakni sesaatpun aku tak pernah menghianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin aku tak pernah mengkorup kekayaan negara”.

Sumber:
http://emanwaryasin.blogspot.com/2013/02/biografi-ki-hajar-dewantara.html
http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/295-pahlawan/1502-bapak-pendidikan-nasional
http://www.pahlawanindonesia.com/biografi-pahlawan-pendidikan-ki-hajar-dewantara/

Maskot Flora dan Fauna Suatu Kota

1. Belimbing sebagai Maskot Kota Depok
belimbing_dewa
Kota Depok terbentuk pada tahun 1999 berdasarkan UU No.15 Tahun 1999, dengan luas wilayah 20029 m², Meliputi 6 Kecamatan : Pancoran Mas, Beji, Sukmajaya, Limo, Sawangan, Cimanggis. Salah satu potensi pertanian yang cukup potensial adalah Pertanaman Belimbing.
Belimbing Depok dikenal dengan Belimbing Dewa, Hasil buah karya petani penangkar Depok Bapak H. Usman Mubin. Buah yang berwarna kuning-orange keemasan, mengandung vitamin C dan A yang cukup tinggi, buah besar dapat mencapai 0.8 Kg per buah, Rasa manis ditenggarai sebagi obat herbal penurun darah tinggi, kencing manis serta nyeri lambung, sangat Prospektif dikembangkan di Kota Depok dan kini telah menjadi buah unggulan Kota Depok karena secara komparatif buah belimbing dewa Depok Lebih unggul dibandingkan buah belimbing yang lainnya yang ada di Indonesia. Hal ini diketahui pada setiap Event Lomba Buah Unggul dan pameran-pameran buah Nasional serta Internasional, buah belimbing dewa ini lebih unggul dan selalu menjuarai sebagai buah unggul nasional versi Trubus.
Pertanaman Belimbing di kota Depok banyak dikembangkan di lahan-lahan masyarakat dan uniknya banyak juga dikembangkan disepanjang kali ciliwung, contohnya di Kelurahan Pondok Cina, Kelurahan Tugu dan kelurahan Kelapa Dua, sehingga pemandangan sepanjang kali Ciliwung menjadi indah dan asri dengan keberadaan tanaman belimbing ini. Hal ini berpotensi menjadi kawasan agrowisata belimbing Depok disepanjang DAS Ciliwung. Sesuatu potensi sumber daya alam yang tak ternilai harganya, ditengah hiruk pikuknya kemacetan jalan jalan di kota Depok.
Upaya lain dalam meningkatkan nilai tambah produk Belimbing adalah pengolahan produk. Walaupun usaha pengolahan hortikultura di kota Depok masih minim, akan tetapi sosialisasi pelatihan di bidang olahan untuk memotivasi pengusaha mikro dibidang pengolahan dalam memproduksi olahan hortikultura khususnya buah-buahan menjadi minuman segar terus ditingkatkan. Kini mulai banyak pengusaha olahan di kota Depok yang merintis untuk olahan produk holtikultura seperti buah belimbing dan jambu biji merah diantaranya adalah Bapak Toni, Ibu Maria, Ibu Retno.
Toko Fresh e adalah salah satu toko buah segar di Jl. Margonda yang telah melakukan kemitraan dengan Asosiasi Petani Belimbing Depok (APeBeDe) dalam pemasaran buah belimbing, jambu dan lain-lain. Walaupun kapasitas penerimaan produk masih rendah sekitar 15-20 Kg per minggu, akan tetapi perlu upaya mempertahankan kemitraan ini. Sehingga Petani memiliki kemampuan untuk berkomitmen dengan pengusaha Ritel Buah Segar yang selalu memenuhi 3 K (Kapasitas, Kontinuitas, dan Kualitas). PT Sewu segar sebagai supplier buah belimbing untuk wilayah Jakarta dan Surabaya telah membantu pemasaran Belimbing mencapai 1 Ton per bulan, dan kapasitasnya akan terus ditingkatkan sesuai peningkatan hasil kualitas belimbing dari para petani kota Depok dan dalam upaya pemenuhan kualitas produk, para petani mulai menerapkan SOP GAP Belimbing DEWA, hal ini juga dipicu dengan peluang pasar komoditas ini masih cukup besar, karena keunggulan spesifik yang dimiliki belimbing dewa Depok dan cukup diminati konsumen. Peluang pasar belimbing untuk kawasan Jabodetabek mencapai angka 6.000 Ton per tahun.
Depok yang memiliki visi sebagai kota niaga dan jasa yang nyaman diharapkan menjadi daerah yang nyaman bagi penduduknya. Kenyamanan tersebut salah satunya dengan tetap mempertahankan ruang terbuka hijau dan potensi lahan pertanian belimbing yang produktif menjadi salah satu pilihan dalam mempertahankan ruang terbuka hijau perkotaan. (sesuai amanat UU Tata Ruang yaitu RTH perkotaan harus memuat 30% dari total luas wilayah) sehingga kota Depok tetap memiliki komoditas unggulan yang bernilai Kompetitif dan Komparatif khususnya komoditas hortikultura yang merupakan sumber daya lokal (Base Resources) Kota Depok yaitu BELIMBING. Keunggulan spesifik ini yang musti dilestarikan, dan menjadi ICON kota, Sehingga di masa mendatang kota Depok tetap memiliki kebanggaan akan sumber daya alam yang potensial dari pengembangan produk pertanian spesifik wilayah dan mendukung ruang terbuka hijau kota Depok.

2. Burung Cempala Kuneng sebagai Maskot Aceh
kucica-ekor-kuning-betina
Burung Cempala Kuning, disebut juga sebagai Ceumpala Kuneng, dan Kucica Ekor-kuning merupakan fauna identitas Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, mendampingi Bunga Jeumpa yang dijadikan flora identitas. Burung Cempala Kuning (Trichixos pyrropygus) telah menjadi burung kebanggaan sejak masa Sultan Iskandar Muda (1607 -1636) dan banyak disebut dalam hikayat Aceh. Oleh karenanya tidak mengherankan jika kemudian burung yang disebut juga sebagai Kucica Ekor-kuning ditetapkan sebagai fauna identitas Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Burung asli Indonesia ini mempunyai beberapa nama mulai Cempala Kuneng, Kucica Ekor-kuning, serta dalam bahasa Aceh sendiri terkadang disebut sebagai cicem pala kuneng. Dalam bahasa Inggris salah satu anggota burung pengicau ini disebut dengan Rufous-tailed Shama. Dan dalam bahasa latin, nama ilmiah resminya adalah Trichixos pyrropygus, Lesson 1839 yang bersinonim dengan Trichixos pyrropyga Sibley and Monroe (1990, 1993) dan Copsychus pyrropygus.
Burung Cempala Kuneng atau Kucica Ekor-kuning (Trichixos pyrropygus) berukuran sedang, sekitar 21 cm, dan berekor panjang. Warna bulunya coklat keabuan tua mengkilap dengan ciri khas alis putih yang terbentuk di atas mata, serta paruh hitam ramping tajam. Sebagian dada dan perut sampai pangkal ekor dan punggung berwarna kuning kemerahan, sedangkan ujung ekornya berwarna hitam dengan pinggir putih pada bagian bawahnya. Burung betina lebih coklat serta tidak mempunyai alis putih. Burung remaja lebih coklat berbintik-bintik kuning merah karat, iris coklat, paruh hitam dan kaki hitam. Suara kicauan burung kucica ekor-kuning biasanya terdiri dari siulan merdu, nada tunggal dan nada ganda, “pi-uuu”, meningkat dan menurun bergantian secara tidak tetap.
Hewan khas Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikenal sebagai burung cempala kuneng merupakan hewan asli yang mendiami Indonesia, Semenanjung Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Di Indonesia, Kucica Ekor-kuning (Trichixos pyrropygus) tersebar bukan hanya di Aceh saja namun dapat dijumpai hampir di seluruh pulau Sumatera dan Kalimantan. Habitat burung Ceumpala Kuneng meliputi hutan dataran rendah, daerah rawa gambut, hutan berdaun lebar dengan ketinggian di bawah 1.200 meter dari permukaan laut.

Sumber:
http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/32/name/jawa-barat/detail/3276/kota-depok
http://alamendah.org/2013/03/30/burung-cempala-kuneng-maskot-aceh/

DEWI SRIKANDI

Srikandi-Solo

1. Sekilas tentang Dewi Srikandi
Dewi Srikandi adalah putri kedua Prabu Drupada, raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati, putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. Dewi Srikandi mempunyai dua orang saudara kandung bernama Dewi Drupadi/Dewi Kresna dan Arya Drestadyumna.Dewi Srikandi sangat gemar dalam olah keprajuritan dan mahir dalam mempergunakan senjata panah. Kepandaiannya dalam memanah tersebut didapatnya ketika ia berguru pada Arjuna, yang kemudian menjadi suaminya.
Dewi Srikandi menjadi suri tauladan prajurit wanita. Dewi Srikandi bertindak sebagai penanggung jawab keselamatan dan keamanan kesatrian Madukara dengan segala isinya.
Dalam perang Bharatayuda, Dewi Srikandi tampil sebagai senapati perang Pandawa menggantikan Resi Seta, yaitu satria wirata yang telah gugur untuk menghadapi Resi Bisma, senapati Agung balatentara Kurawa. Dengan panah Hrusangkali, Dewi Srikandi dapat menewaskan Resi Bisma, sesuai kutukan Dewi Amba, putri Prabu Darmahambara, raja negara Giyantipura, yang mati terbunuh oleh Resi Bisma. Pada akhir riwayatnya, Dewi Srikandi diceriterakan tewas dibunuh Aswatama yang menyelundup masuk ke keraton Astina setelah berakhirnya perang Bharatayuda.

2. Sejarah Hidup Dewi Srikandi
Dewi Wara Srikandi adalah putri Prabu Drupada, raja negara Cempalareja. Waktu rnasih remaja putri ia berguru memanah pada Raden Arjuna. Kernudian ia diperistri Raden Arjuna. Asal mula Srikandi berguru memanah pada Arjuna ialah, ketika ia menonton kawinnya Arjuna dengan Sumbadra, melihat tingkah laku kedua pengantin itu dan ingin menjadi pengantin pula.
Pada suatu hari Srikandi melihat Arjuna mengajar memanah gundiknya, Rarasati. Lalu datang Srikandi pada Rarasati untuk belajar memanah. Tetapi ini sebenarnya hanya cara untuk bisa bertemu dengan Arjuna. Tingkah laku Srikandi tersebut menjadikan murka Dewi Drupadi, permaisuri Prabu Puntadewa dan kakak perempuan Srikandi. Drupadi menganggap perbuatan adiknya itu tidak baik.
Dewi Wara Srikandi pernah dipinang oleh seorang raja, Prabu Jungkungmardea dari negara Parangkubarja. Prabu Drupada tertarik untuk menerima lamaran itu, tetapi Srikandi lalu mengadu pada Anjuna. Srikandi dibela Arjuna dan di dalam perang yang terjadi, mati terbunuhlah Jungkungmardea. Selanjutnya Srikandi diperistri oleh Arjuna dengan adat kebesaran perkawinan seorang pangeran dengan seorang putri.
Tabiat Srikandi seperti laki-laki, gemar berperang dan oleh karena itu disebut juga putri prajurit. Hingga kini, wanita-wanita yang berani menentang hal-hal yang tidak baik, terutama yang mengenai bangsa Indonesia, disebut Srikandi masa kini. Srikandi ialah seorang putri yang gampang marah, tetapi kemarahannya lekas reda. Tanda bahwa ia sedang marah, membikin rujaklah ia dan memakannya sambil berkata-kata keras tak berkeputusan. Kalau sangat marah barang-barang pecah belah dipecahkannya dan burung-burung perkutut kepunyaan Arjuna dilepaskannya. Amarah Srikandi jelas dilukiskan oleh dalang dan banyak menyebabkan penonton tertawa.
Di dalam perang Baratayuda, Srikandi diangkat sebagai panglima melawan Bisma yang menjadi pahlawan Korawa dan ditewaskan oleh Srikandi. Srikandi seorang putri perwira yang senantiasa menjaga kehormatan suami, baik di masa damai maupun di masa perang. Dewi Srikandi bukan saja berperang seperti yang biasa dilakukan orang. Di dalam perang Baratayuda pun ia berperang sebagai perjurit perwira. Sehabis perang Baratayuda, Srikandi tewas oleh Aswatama karena dipenggal lehernya, sewaktu ia sedang tidur nyenyak.
Dewi Srikandi bermata jaitan, berhidung mancung, bermuka mendongak, menandakan ia putri bersuara dencing. Bersanggul gede (nama bentuk sanggul). Berjamang dengan garuda membelakang. Sebagian rambut terurai bentuk polos. Berkalung bulan sabit. Berkain dodot putren (pakaian putri dalam kraton).

Sumber:
http://ki-demang.com/galeria256/index.php/wayang-aksara-s/436-srikandi-solo