Membangun Strategi Sosial Nasionalisme yang Berkelanjutan

1. Nasionalisme
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas menyebutkan bahwa nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Dewasa ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan. Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warganegara, etnis, budaya, keagamaan dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebahagian atau semua elemen tersebut.

2. Bentuk-Bentuk Nasionalisme
Nasionalisme terbagi kedalam beberapa bentuk. Bentuk-bentuk dari nasionalime tersebut adalah sebagai berikut:
a. Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, “kehendak rakyat”; “perwakilan politik”.
b. Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat.
c. Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semula jadi (“organik”) hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik.
d. Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya “sifat keturunan” seperti warna kulit, ras dan sebagainya.
e. Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah ‘national state’ adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri.
f. Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Walaupun begitu, lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan.

3. Membangun Strategi Sosial Nasionalisme yang Berkelanjutan
Berdasarkan berbagai pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa semangat nasionalisme dan patriotisme sangat diperlukan dalam pembangunan bangsa agar setiap elemen bangsa bekerja dan berjuang keras mencapai jati diri dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa yang bermartabat. Jati diri dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa ini merupakan modal yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan di masa depan. Pembangunan strategi sosial nasionalisme harus lebih diarahkan pada elemen-elemen strategis dalam percaturan global. Oleh sebab itu, strategi yang dapat dilakukan antara lain:
a. Penguatan peran lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dalam ikut membangun semangat nasionalisme dan patriotisme, terutama di kalangan generasi muda. Generasi muda adalah elemen strategis di masa depan.
b. Penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah yang dalam konteks kepentingan nasional dinilai strategis, seperti: daerah perbatasan, kawasan industri strategis, daerah pertanian (logistik), serta daerah penghasil bahan tambang dan hasil hutan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperkecil kesenjangan ekonomi, sosial, dan budaya di wilayah tersebut melalui berbagai program pendidikan dan pembinaan yang melibatkan peran masyarakat setempat.
c. Penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat yang hidup di daerah rawan pangan (miskin), rawan konflik, dan rawan bencana alam. Strategi ini dapat dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai program yang diorientasikan pada peningkatan kesetiakawanan sosial dan partisipasi masyarakat.
d. Peningkatan apresiasi terhadap anggota atau kelompok masyarakat yang berusaha melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya bangsa. Demikian pula dengan anggota atau kelompok masyarakat yang berhasil mencapai prestasi yang membanggakan di dunia internasional. Apresiasi ini dapat dilakukan dengan pemberian penghargaan oleh negara dan kemudian prestasinya diangkat oleh media massa.
Peningkatan peran Pemerintah dan masyarakat RI dalam ikut berperan aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan regional dan internasional, seperti: penyelesaian konflik, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan lain-lain.

4. Hal yang dapat Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme
Jiwa nasionalisme yangat penting dan harus dimiliki olehsetiap warga negara. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhan jiwa nasionalisme antara lain ebagai berukut.
a. Melestarikan kebudayaan Indonesia, tentunya kita pun harus bangga dan cinta terhadapnya.
b. Mencintai dan bangga akan produk-produk dalam negeri.
c. Ikut serta dalam pengembangan dan pembangunan negeri.
d. Mengutamakan sikap pluralisme, yaitu rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain.

5. Upaya Menanamkan Sikap Sosial Nasionalisme di Sekolah
Menanamkan sikap sosial nasionalisme tentunya harus diterap kan kepada anak-anak sejak dini. Beberapa upaya menanamkan sikap sosial nasionalisme yang dilakukan di sekolah adalah:
a. Melaksanakan Upacara Bendera
Rasa cinta tanah air dapat ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar tertanam rasa cinta tanah air di hatinya dan dapat menjadi pribadi yang dapat menghargai bangsa dan negaranya. Kegiatan upacara bendera yang selalu dilaksanakan di sekolah secara tidak langsung berdampak pada sikap perilaku siswa, sehingga dapat mencintai tanah air dan menghargai bendera merah putih dengan menghormati bendera setiap kali dikibarkan.
b. Melatih Siswa untuk Aktif dalam Berorganisasi
Kegiatan anak di luar belajar formal juga dapat melatih inisiatif. Anak yang melibatkan dirinya dalam suatu organisasi, akan berusaha menjadi pribadi yang berguna. Anak yang berorganisasi juga cenderung lebih obyektif dalam menilai sesuatu, karena ia terbiasa dengan perbedaan dan akan lebih mudah menerimanya. Anak juga lebih mudah menerima konflik yang biasa terjadi dalam organisasi.
c. Melalui Acara Memperingati Hari Besar Nasional
Kegiatan lain yang dapat menanamkan sikap sosial nasionalisme adalah memperingati hari besar nasional dengan kegiatan lomba atau pentas budaya, mengenalkan aneka kebudayaan bangsa secara sederhana dengan menunjukkan miniatur candi dan menceritakannya, gambar rumah dan pakaian adat, mengenakan pakaian adat pada hari kartini, serta mengunjungi museum terdekat, mengenal para pahlawan melalui bercerita atau bermain peran.
d. Memberikan Pendidikan Moral
Membentuk moral dapat dilakukan dengan cara menceritakan suatu dongeng. Kegiatan membaca dongeng dan berdiskusi antara guru dengan siswa ini dapat dilakukan di sekolah dengan tujuan menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan.

6. Upaya Menanamkan Sikap Sosial Nasionalisme dalam Keluarga
Upaya menanamkan sikap sosial nasionalisme sebaiknya tidak hanya dilakukan di sekolah, keluarga juga memiliki peran penting dalam menanamkan sikap sosial nasionalisme terhadap anaknya. Beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk menanamkan sikap sosial nasionalis adalah sebagai berikut:
a. Mendidik anak untuk mencintai budaya, dan alam indonesia dengan mengajarkan dan mengenalkan permainan tradisional
Pada dasarnya permainan tradisional sangat baik untuk melatih fisik dan mental anak. Secara tidak langsung anak-anak akan dirangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional. Permainan tradisional memberikan banyak pembelajaran bagi anak-anak yang pada akhirnya mampu membentuk pribadi yang tidak egois dan mengajarkan anak untuk selalu menjalin hubungan baik dengan sesama teman. Hal tesebut dikarenakan permainan tradisional tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga harus dilakukan bersama dengan orang lain.
b. Memberikan arahan pada anak bahwa indonesia adalah negara yang kuat, besar dan kaya
Sejak dini perlu di tanamkan pada anak bahwa setiap warga negara dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga dan membangun negara Indonesia tercinta yang penuh akan kekayaan tanpa melihat status, golongan ataupun jabatan.
Hal tersebut seharusnya tidak hanya diucapkan melalui kata-kata atau sebuah wacana tanpa mempraktekannya dalam kehidupan sehar-hari. Siapapun dapat melakukan tanggung jawabnya sesuai peran apapun yang diambilnya.
c. Mengajarkan dan mencontohkan pada anak untuk mandiri dan bangga dengan produk dalam negeri
Di era globalisasi ini banyak anak yang sudah mulai lupa dengan identitas bangsanya sendiri. Anak-anak cenderung lebih suka hal-hal yang kebarat-baratan, orang tuapun lebih suka mengajak anakya makan di restoran fast food daripada makan makanan daerah. Hal tersebut membuat anak cenderung terbiasa dengan makanan barat daripada makanan Indonesia. Sebagai orang tua harus mendidik dan memperkenalkan identitas bangsa indonesia pada anak sehingga anak akan lebih mencintai dan mengenal bangsanya sendiri.
d. Mengajarkan anak untuk mencintai sesama dan memiliki rasa empati terhadap sesamanya
Cinta sesama yang bisa ditanamkan pada anak yaitu dengan mengajarkan sikap saling menolong. Membiasakan anak untuk selalu menolong orang lain dapat membentuk kepribadian yang baik. Salah satu aranya yaitu mengajak anak untuk berpartisipasi dalam membantu korban bencana alam yaitu dengan memberikan sumbangan baik berupa barang ataupun tenaga.
e. Mengenalkan semangat kepahlawanan pada anak
Banyak cara untuk mengenalkan semangat kepahlawanan pada anak, diantaranya adalah dengan berdongeng, mendongeng dapat membangun emosi, imaginasi, mengembangankan logika dan adaya khayal, dan juga pengembangan tata bahasa. Orang tua dapat menceritakan bagaimana sulitnya para pejuang untuk memperjuangkan bangsa ini. Penyampaian pesan-pesan melalui berdongeng akan lebih cepat ditangkap oleh anak.

Sumber:
http://f4j4rsmkn1kelayang.wordpress.com/kurikulum/semangat-nasionalisme-di-hut-ri-ke-67/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_berkelanjutan

Tugas 2 dan Tugas 3 Etika Profesi

TUGAS 2

Jelaskan berbagai organisasi profesi beserta kode etik profesinya yang relevan dengan bidang teknik industri baik regional maupun global (minimal 5)!

Jawab:

Organisasi profesi beserta dengan kode etik yang relevan dengan bidang teknik industri adalah sebagai berikut:

  1. American Society of Mechanical Engineers (ASME)

American society of mechanical engineers (ASME) adalah asosiasi profesional yang mempromosikan seni, ilmu pengetahuan dan praktik rekayasa multidisiplin ilmu dan sekutu di seluruh dunia. Kode etik insinyur dalam organisasi ASME adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan pengetahuan dan keahliannya untuk kemajuan kesejahteraan manusia.
  2. Jujur dan tidak berpihak, serta melayani masyarakat, perusahaan dan kliennya dengan setia.
  3. Berusaha meningkatkan kompetensi dan prestise profesi engineering dengan cara:
  • Insinyur harus mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan pubik dalam melakukan tugas profesionalnya.
  • Insinyur hanya boleh melakukan pekerjaan yang menjadi bidang kompetensinya.
  • Insinyur harus tetap melanjutkan perkembangan profesional disepanjang karirnya dan harus memberi kesempatan bagi perkembangan profesional dan etika para insinyur yang berada di bawah pengawasannya.
  • Insinyur harus bertindak secara profesional untuk setiap perusahaan atau klien sebagai orang yang dapat diandalkan atau dipercaya, dan harus menghindari konflik kepentingan atau munculnya konflik kepentingan.
  • Insinyur harus membangun reputasi profesionalnya melalui kesempurnaan pelayanan mereka dan tidak boleh bersaing secara tidak jujur dengan insinyur lain.
  • Insinyur hanya boleh berhubungan dengan orang atau organisasi yang mempunyai reputasi baik
  • Insinyur hanya boleh mengeluarkan pernyataan publik dengan cara yang objektif dan terpercaya.

  1. Acreditation Board for Engineering and Technology (ABET)

Acreditation Board for Engineering and Technology (ABET) adalah lembaga independen (swadaya) yang diakui oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai satu-satunya lembaga yang melakukan akreditasi program pendidikan dalam bidang engineering dan teknologi. Kode etik insinyur berdasarkan ABET adalah sebagai berikut:

  1. Dalam melaksanakan tugas profesionalnya engineer akan mengutamakan keamanan, kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
  2. Engineer hanya melakukan pelayanan profesional dalam bidang kompetensinya.
  3. Engineer akan memberikan pernyataan kepada masyarakat dengan cara yang objektif dan sejujurnya.
  4. Engineer bertindak secara profesional untuk setiap majikan ataupun pelanggan serta akan menghindarkan diri dari konflik kepentingan.
  5. Engineer akan mengembangkan reputasi profesionalnya atas dasar pelayanannya dan akan menghindari kompetensi yang tidak fair terhadap yang lain.
  6. Engineer akan bertindak dengan cara yang akan menjunjung dan meningkatkan kehormatan, integritas dan keluhuran profesi.
  7. Engineer akan selalu mengembangkan profesionalnya sepanjang karir dan akan memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk pengembangan profesioal mereka.

  1. National Society of Professional Engineers (NSPE)

NSPE didirikan pada tahun 1934 dan merupakan organisasi non teknis yang didedikasikan untuk kepentingan insinyur profesional berlisensi. NSPE memiliki komitmen yakni untuk memegang kesehatan masyarakat, keamanan dan kesejahteraan di atas semua pertimbagan lain. Kode etik insinyur berdasarkan NSPE adalah sebagai berikut:

  1. Insinyur harus mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan publik dalam rangka unjuk kerja dari tugas profesionalnya.
  2. Insinyur harus melaksanakan pelayanan hanya dalam bidang kompetensinya.
  3. Insinyur harus mengeluarkan pernyataan publik hanya secara objektif dan benar.
  4. Insinyur harus bertindak profesional bagi setiap pegawai atau klien.
  5. Insinyur harus menghindari kelakuan yang tidak pantas.

  1. Institute of Industrial and System Engineering(IISE)

IISE didirikan pada tahun 1948, ISSE adalah satu-satunya lembaga internasional yang profesional yang berdedikasi untuk memajukan keunggulan teknis dan manajerial insinyur industri. Kode etik insinyur berdasarkan IISE adalah sebagai berikut:

  1. Insinyur harus mementingkan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dalam kinerja tugas profesional mereka.
  2. Insinyur harus melakukan layanan hanya dalam bidang kompetensi mereka.
  3. Insunyur harus mengeluarkan pernyataan publik hanya secara objektif dan jujur.
  4. Insinyur harus bertindak dalam hal profesional untuk setiap klien sebagai agen setia atau wali dan akan menghindari konflik kepentingan.
  5. Insinyur akan membangun reputasi profesional mereka atas jasa layanan mereka dan tidak akan bersaing secara tidak adil dengan orang lain.
  6. Insinyur harus mengasosiasikan hanya dengan orang atau organisasi terkemuka.
  7. Insinyur harus melanjutkan pengembangan profesional mereka sepanjang karir mereka dan akan memberikan kesempatan untuk pengembangan profesional bawahannya di bawah pengawaan mereka.

  1. Society of Petroleum Egineers (SPE)

SPE adalah anggota organisasi individu terbesar yang melayani manajer, insinyur, ilmuwan dan profesional lainnya di seluruh dunia di segmen hulu industri minyak dan gas. Kode etik insinyur berdasarkan SPE adalah sebagai berikut:

  1. Insinyur menawarkan jasa dibidang kompetensi mereka dan menunjukkan pengalaman serta kualifikasi mereka.
  2. Insinyur harus mempertimbangkan konsekuensi dari pekerjaan mereka dan isu-isu sosial yang berkaitan dengan hal itu dan berusaha untuk memperluas pemahaman kepada publik mengenai hubungan mereka.
  3. Jujur, selalu berkata benar, beradab dan adil dalam menyajikan informasi dan dalam membuat pernyataan publik.
  4. Terlibat dalam hubungan profesional tanpa membedakan ras, agama, jenis kelamin, usia, etnis, asal kebangsaan, orientasi seksual, status perkawinan, status sosial ekonomi, afiliasi politik atau cacat.
  5. Bertindak profesional untuk setiap majikan atau klien sebagai agen setia atau wali dengan tidak mengungkapkan tanpa izin, atau mengambil keuntungan yang tidak tepat, apapun yang bersifat rahasia mengenai hubungan bisnis atau proses teknis dari klien saat ini atau sebelumnya.
  6. Mengungkapkan kebohongan orang yang diketahui atau potensi konflik kepentingan atau keadaan lain yang mungkin mempengaruhi penilaian atau merusak keadilan atau kualitas kinerja mereka.
  7. Bertanggungjawab untuk meningkatkan kompetensi profesional mereka sepanjang karir mereka, mempromosikan orang lain untuk memajukan pembelajaran dan kompetensi mereka dan tidak menyalahgunakan mandat yang diberikan kepada mereka.
  8. Menerima tanggungjawab atas tindakan mereka dan mengakui kritik dari pekerjaan mereka.
  9. Ketika merasakan dampak dari tugas profesional mereka yang berdampak merugikan kesehatan dan keamanan publik baik sekarang ataupun dimasa yang akan datang harus secara resmi menasehati majikan atau klien mereka dan bawahannya, jika diperlukan, pertimbangkan lebih lanjut untuk mengungkapkan kepada pihak yang tepat.
  10. Berusahalan untuk mengadopsi langkah-langkah teknis dan ekonomi yang cukup praktis untuk mengurangi dampak yang berpotensi merugikan lingkungan atau kesehatan, keselamatan dan keamanan masyarakat.
  11. Bertindak sesuai dengan hukum dan etika yang berlaku untuk praktek insinyur sebagaimana tercantum dalam undang-undang dan peraturan yang mengatur praktek insinyur di negara mereka, wilayah, atau negara bagian, dan memberikan dukungan kepada prang lain yang berusaha untuk melakukan hal yang sama.
  12. Jangan terlibat untuk menawarkan atau menerima suap atau memfasilitasi pembayaran, baik secara langsung ataupun tidak langsung, bukan hanya karna adanya undang-undang anti suap, tetapi juga untuk pemeliharaan standar profesional dan etika yang tinggi.

 

TUGAS 3

Sebutkan contoh dan beri penjelasan mengenai standar teknik (minimal 5) dan standar manajemen (minimal 5) yang relevan dengan teknik industri!

Jawab:

Contoh dan penjelasan mengenai standar teknik yang relevan dengan teknik industri adalah sebagai berikut:

  1. American Standard Testing and Material (ASTM)

ASTM merupakan organisasi internasional sukarela yang mengembangkan standarisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. ASTM berpusat di Amerika Serikat dan dibentuk pertama kali pada tahun 1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuwan untuk mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu bermasalah. Sekarang ini ASTM mempunyai lebih dari 12.000 standar. Standar ASTM banyak digunakan pada negara-negara maju maupun berkembang dalam penelitian akademisi maupun undustri.

  1. Japanese Industrial Standard (JIS)

JIS menentukan standar yang digunakan untuk kegiatan industri di Jepang. Proses standarisasi dikoordinasikan oleh Jepang Komite Standar Industri dan dipublikasikan melalui Asosiasi Standar Jepang. Hukum standar industri disahkan pada tahun 1949, yang membentuk landasan hukum bagi standar industri di Jepang. Hukum standarisasi industri direvisi pada tahun 2004 dan JIS diubah sejak 1 Oktober 2005, baru JIS telah diterapkan pada sertifikasi ulang.

  1. British Standard Institution (BSI)

BSI merupakan badan standar nasional Inggris yang pertama di dunia yang mewakili kepentingan ekonomi inggris dan sosial disemua organisasi standar Eropa dan internasional dan melalui pengembangan solusi informasi bisnis untuk organisasi inggris dari semua ukuran dan sektor. BSI bekerja dengan industri manufaktur dan jasa, bisnis, pemerintah dan konsumen untuk memfasiitasi produksi standar Inggris, Eropa dan internasional.

  1. Standar Nasional Indonesia (SNI)

SNI adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia, dimana semua produk atau tata tertib pekerjaan harus memenuhi standar SNI. SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO code of good practice. SNI dirumuskan oleh panitia teknis dan diterapkan oleh BSN yaitu untuk membina, mengembangkan serta mengkoordinasikan kegiatan dibidang standarisasi secara nasional menjadi tanggung jawab badan standarisasi nasional (BSN). SNI merupakan adopsi identik dari ISO 3297:2007, ini dirumuskan panitia teknis 01-03, informasi dan dokumentasi, dan telah dibahas di rapat konsensus pada 21 November 2007 di Jakarta.

  1. The American Petroleum Institute (API)

API adalah asosiasi perdagangan Amerika Serikat terbesar untuk industri minyak dan gas alam. Ini klaim untuk mewakili sekitar 400 perusahaan yang terlibat dalam produksi, perbaikan, distribusi dan banyak aspek lain dari industri perminyakan. API mendistribusikan lebih dari 200.000 eksemplar publikasi setiap tahun. Publikasi, standar teknis, produk-produk elektronik yang dirancang bertujuan untuk membantu pengguna meningkatkan efisiensi dan efektivitas biaya operasi mereka, sesuai dengan persyaratan legislatif peraturan, menjaga kesehatan, menjamin keamanan dan melindungi lingkungan. Setiap publikasi diawasi oleh sebuah komite profesional industri, sebagian besar insinyur perusahaan anggota.

  1. Deutches Institut fur Normung (DIN)

DIN adalah institut Jerman untuk standarisasi, menawarkan stakeholder platform untuk pengembangan standar sebagai layanan untuk industri, negara dan masyarakat secara keseluruhan. DIN adalah sebuah organisasi nirlaba terdaftar dan telah berbasis di Berlin sejak tahun 1917. Tugas utama DIN adalah untuk bekerjasama dengan para pemangku kepentingan untuk mengembangkan standar berbasis konsensus yang memenuhi persyaratan pasar. DIN adalah standar nasional yang diakui yang mewakili kepentingan Jerman dalam organisasi standar Eropa dan Internasional.

Contoh dan penjelasan mengenai standar manajemen yang relevan dengan teknik industri adalah sebagai berikut:

  1. International Organization for Standardization (ISO)

Organisasi Standar Internasional (ISO) adalah suatu asosiasi global yang terdiri dari badan-badan standardisasi nasional yang beranggotakan tidak kurang dari 140 negara.  ISO merupakan suatu organisasi di luar pemerintahan (Non-Government Organization/NGO) yang berdiri sejak tahun 1947.  Misi dari ISO adalah untuk mendukung pengembangan standardisasi dan kegiatan-kegiatan terkait lainnya dengan harapan untuk membantu perdagangan internasional, dan juga untuk membantu pengembangan kerjasama secara global di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan kegiatan ekonomi. Kegiatan pokok ISO adalah menghasilkan kesepakatan-kesepakatan internasional yang kemudian dipublikasikan sebagai standar internasional. Terdapat berbagai macam jenis ISO antara lain ISO 9001 yang merupakan sistem manajemen mutu dan merupakan persyaratan sistem manajemen yang paling populer di dunia. ISO 14001 yang merupakan standar yang berisi persyaratan-persyaratan sistem manajemen lingkungan. ISO 22000 merupakan standar yang berisi persyaratan sistem manajemen pangan. ISO/IEC 27001 merupakan standar sistem manajemen keamanan informasi. ISO/TS 16949 sebagai sistem manajemen mutu untuk industri otomotif. ISO/IEC 17025 merupakan standar yang berisi persyaratan untuk diterapkan oleh lembaga pengujian atau laboratorium. ISO 28000 berupa persyaratan terhadap sistem keamanan rantai pasokan. ISO 50001 adalah sebuah standar untuk manajemen energi dan lain-lain.

  1. Occupational Health and Safety Management System (OHSAS)

OHSAS singkatan dari Occupational Health And Safety Management System, yaitu sebuah sistem manajemen untuk kesehatan dan keselamatan kerja. Sistem OHSAS 18001 memungkinkan suatu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat dengan menyediakan kerangka kerja dalam mengidentifikasi terhadap risiko kesehatan dan keselamatan kerja, mengurangi potensi kecelakaan, kepatuhan regulasi, dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan.Yang melatar belakangi sistem OHSAS 18001 ini muncul karna Sikap kritis dari masyarakat dunia untuk mendorong industry yang beresiko ke pekerja untuk menerapkan suatu system manajemen yang aman bagi pekerjannya dan akhirnya terbitlah sistem OHSAS 18001 ini. Standard OHSAS 18000 dapat diintegrasikan dengan persyaratan manajemen lainnya seperti ISO 9001 & ISO 14001 sehingga mampu membantu perusahaan dalam mencapai tujuan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.

  1. Sistem Manajemen Kesekatan Keselamatan Kerja (SMK3)

Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan Kerja (SMK3)  adalah bagian dari sistem  manajemen secara keseluruhan yang meliputi stuktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja  dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat  kerja yang aman, efisien dan produktif.SMK3 merupakan alat bantu yang dapat digunakan untuk memenuhi tuntutan dan persyaratan yang ada  dan berlaku yang berhubungan dengan jaminan keselamatan kerja dan kesehatan kerja. SMK3 merupakan sebuah sistem yang dapat diukur dan dinilai sehingga kesesuaian terhadapnya menjadi obyektif. SMK3 digunakan sebagai patokan dalam menyusun suatu sistem manajemen yang berfokus untuk mengurangi dan menekan kerugian dalam kesehatan, keselamatan dan bahkan properti.

  1. Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP)

Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) adalah suatu sistem kontrol dalam upaya pencegahan terjadinya masalah yang didasarkan atas identifikasi titik-titik kritis di dalam tahap penanganan dan proses produksi. HACCP merupakan salah satu bentuk manajemen resiko yang dikembangkan untuk menjamin keamanan pangan dengan pendekatan pencegahan (preventive) yang dianggap dapat memberikan jaminan dalam menghasilkan makanan yang aman bagi konsumen.Tujuan dari penerapan HACCP dalam suatu industri pangan adalah untuk mencegah terjadinya bahaya sehingga dapat dipakai sebagai jaminan mutu pangan guna memenuhi tututan konsumen. HACCP bersifat sebagai sistem pengendalian mutu sejak bahan baku dipersiapkan sampai produk akhir diproduksi masal dan didistribusikan. Oleh karena itu dengan diterapkannya sistem HACCP akan mencegah resiko komplain karena adanya bahaya pada suatu produk pangan. Selain itu, HACCP juga dapat berfungsi sebagai promosi perdagangan di era pasar global yang memiliki daya saing kompetitif.

  1. International Sustainability & Carbon Certification(ISCC)

ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) adalah sistem sertifikasi terkenal didunia untuk kelestarian lingkungan hidup dan pencegahan emisi gas rumah kaca (baca: green house gases emissions). Pada tahun 2010, pengakuan resmi sebagai organisasi internasional oleh negara Jerman. Pada Juli 2011, komisi negara Uni Eropa mengakui ISCC sebagai skema sertifikasi pertama yang mampu menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan Uni Eropa “Renewable Energy Directive’s (RED).Sebagai informasi, ISCC PLUS telah dikembangkan untuk pangan dan makanan ternak, teknikal/kimiawidan penerapan bioenergi lainnya. Sertifikasi ISCC dapat diterapkan untuk memenuhi persyaratan pada pangsa pasar bioenergi dalam upaya mendemonstrasikan kelestarian dan mampu telusur dari stok makanan ternak, dan industri kimia.Sertifikasi ISCC EU, ISCC DE dan ISCC DE 36th BimSchV, untuk sertifikasi bionergi pada pasar Uni Eropa sesuai dengan RED dan peraturan perundangan Jerman.Sertifikasi ISCC PLUS adalah sertifikasi sukarela untuk produk dan aplikasinya pada pangan, makanan ternak dan industri kimia. ISCC mencakup keseluruhan rantai pasokan dari perkebunan hingga ke pelanggan dan memastikan mampu telusur pada keseluruhan rantai pasokan. ISCC telah mengeluarkan lebig dari 4000 sertifikasi dan memastikan program audit yang memiliki efektivitas dan efisiensi tinggi pada sistem dokumen ISCC dan tool audit lainnya. ISSC juga memberikan perusahaan tingkat keamanan yang tinggi karena ISCC juga mencakup issue keberlangsungan secara sosail kemasyarakatan dengan atau tanpa biaya tambahan.

SUMBER:

https://books.google.co.id/books?id=sysstIhm1d8C&pg=PA172&lpg=PA172&dq=kode+etik+profesi+dari+American+Society+of+Mechanical+Engineering+(ASME)&source=bl&ots=Mj8ZNn0Aj0&sig=7Ze2GJJ5tYis6m-a_4fN4fnPm4c&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwj-nae24PjLAhWDWo4KHdC6D5kQ6AEILzAB#v=onepage&q=kode%20etik%20profesi%20dari%20American%20Society%20of%20Mechanical%20Engineering%20(ASME)&f=falsehttps://seftianandriasandi.wordpress.com/2012/03/12/standar-teknik-asme/https://www.academia.edu/8213469/Pengantar_teknik_industrihttp://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:ZAMic9LRVvAJ:repository.binus.ac.id/content/IF132/IF13223473.doc+&cd=4&hl=en&ct=clnk&gl=idhttp://www.nspe.org/membership/nspe-who-we-are-what-we-do/nspe-strategic-planhttp://www.iienet2.org/Default.aspxhttp://www.spe.org/about/docs/professionalconduct.pdfhttps://books.google.co.id/books?id=-zZJKn_CCEcC&pg=PA67&lpg=PA67&dq=kode+etik+organisasi+engineering&source=bl&ots=QAsLQ43db_&sig=o-OyhQ7kZdfsE3GMT_IJnA-nuPY&hl=en&sa=X&sqi=2&ved=0ahUKEwiz9ev8gvzLAhXMGJQKHYmoAQUQ6AEIUjAJ#v=onepage&q=kode%20etik%20organisasi%20engineering&f=false

http://yogidwiprayogo.blogspot.co.id/2015/11/standard-teknik.htmlhttp://itp.fateta.ipb.ac.id/fthn3/cbt/haccp-apa.phphttps://dokumensmk3.wordpress.com/smk3/http://aryasentraconsulting.com/hse-2/ohsas-18001-manajemen-kesehatan-dan-keselamatan-kerjahttps://www.academia.edu/7038013/Tentang_ISO_INTERNATIONAL_STANDARDS_ORGANIZATIONhttp://emdahniel-firson.blogspot.co.id/

ETIKA PROFESI

TUGAS 1

  1. Tuliskan karakter-karakter tidak beretika dalam kehidupan sehari-hari (beri 5 contoh dan analisa)!

Jawab:

Contoh karakter-karakter tidak beretika dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

  1. Merokok di tempat umum. Seseorang yang merokok di tempat umum misalnya di dalam angkutan umum, maka akan mengganggu orang lain yang berada di tempat tersebut karena asap yang dihasilkan oleh perokok tersebut akan ikut terhirup oleh orang lain sehingga orang lain akan merasa sesak.
  2. Berbicara kasar. Berbicara kasar merupakan perilaku yang tidak beretika karena ucapan yang diungkapkan seseorang yang berbicara kasar akan menyakiti hati orang lain sehingga orang akan menilai buruk terhadap orang tersebut dan tidak ingin bergaul dengannya.
  3. Seseorang yang egois berarti orang tersebut hanya memikirkan kepentingan untuk dirinya sendiri. Apabila melakukan suatu tindakan, seseorang yang egois tidak akan memikirkan dampak yang akan diterima oleh orang lain akibat berbuatan yang mereka lakukan.
  4. Bergosip yaitu kegiatan dimana seseorang ataupun sekelompok orang membicarakan sesuatu yang belum dipastikan kebenarannya. Saat seseorang bergosip dengan orang lain maka lambat laun gosip tersebut akan menyebar luas dan akan menimbulkan suatu fitnah. Biasanya seseorang yang bergosip tidak bertanggung jawab serta tidak memikirkan dampak yang mereka timbulkan.
  5. Menghina orang lain. Menghina orang lain berarti seseorang telah merendahkan diri orang lain dihadapannya atau dihadapan orang banyak sehingga orang yang direndahkan tersebut menjadi bahan tertawaan orang lain. Hal tersebut merupakan perilaku tidak beretika karena hal tersebut akan menyakiti hati orang lain. Seseorang yang menghina orang lain juga berarti telah menghina ciptaan Tuhannya.

 

  1. Tuliskan aktivitas tidak beretika profesional dalam bekerja sebagai seorang sarjana teknik industri (beri 5 contoh dan analisa)!

Jawab:

Aktivitas tidak beretika profesional dalam kerja sebagai seorang sarjana teknik industri adalah sebagai berikut:

  1. Bersifat subjektif. Sifat subjektif diketahui sebagai sifat yang memihak pada sebelah pihak atau sikap yang berdasarkan perkiraan ataupun berdasarkan selera seseorang. Seseorang yang beretika profesional seharusnya tidak bersifat subjektif melainkan bersifat objektif. Karena dengan sikap objektif berarti orang tersebut selalu membuat keputusan berdasarkan fakta-fakta yang relevan.
  2. Menerima suap. Menerima suap berarti menerima uang ataupun adanya perjanjian khusus antara seseorang dengan orang lain yang memiliki kekuasaan untuk merubah otoritasnya untuk memberikan keuntungan terhadap orang yang memberinya uang ataupun barang.
  3. Tidak memiliki loyalitas terhadap perusahaan. tidak memiliki loyalitas terhadap perusahaannya berarti seseorang tidak melakukan kegiatan ataupun pekerjaan yang seoptimal mungkin untuk memperoleh hasil yang terbaik bagi perusahaan, misalnya orang tersebut sudah tidak lagi memberikan pikiran, perhatian, gagasan serta dedikasinya terhadap perusahaan.
  4. Tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan berarti orang seseorang tidak melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh, ia tidak berhati-hati dan tidak teliti dalam melakukan pekerjaannya.
  5. Tidak memiliki kesukaan terhadap pekerjaannya. Dalam melakukan suatu pekerjaan, sewaktu-waktu pasti seseorang akan dihadapkan dengan rasa jenuh. Seseorang yang tidak beretika profesional berarti ia bukanlah orang yang mencintai pekerjaannya sehingga ia tidak mampu melewatu masa-masa jenuh tersebut secara bijaksana yang akibatnya ia akan melanggar aturan-aturan dalam perusahaan.

 

  1. Jelaskan pentingnya memahami etika profesi untuk sarjana teknik industri!

Jawab:

Kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat, sesama profesi sendiri. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat “built-in mechanism” berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan kehlian (Wignjosoebroto, 1999). Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disimpukan bahwa pentingnya memahami etika profesi bagi sarjana teknik industri adalah agar para elit profesional memiliki kesadaran dalam menjalankan etika profesi saat mereka memberikan jasa profesinya kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga seseorang dengan profesinya tersebut mendapat kepercayaan dari masyarakat.

 

  1. Jelaskan dan uraikatn organisasi profesi yang relevan untuk prodi Teknik Industri selain PII!

Jawab:

  1. PEI (Perhimpunan Ergonomi Indonesia). PEI bertujuan untuk mengembangkan serta menerapkan ilmu Ergonomi dalam berbagai kegiatan teknologi, industri dan berbagai kegiatan lain yang menuntut pendekatan ergonomis, dengan sasaran mencapai keselarasan hubungan timbal-balik antara manusia, alat dan lingkungannya, serta untuk menjaga keseimbangan hubungan unsur-unsur fisikal, sosial, psikologikal bagi peningkatan kualitas hidup yang lebih baik. PEI juga berfungsi sebagai wadah yang menghimpun, mengorganisasi sarjana, praktisi dan kelompok yang dalam kegiatan profesionalnya menggunakan serta menerapkan metode ergonomis.
  2. BKSTI (Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri Indonesia). BKSTI didirikan pada tanggal 9 Juli 1996 di Aula Barat ITB yang dihadiri oleh perwakilan lebih dari 100 perguruan tinggi. Tujuan pendirian BKSTI ini adalah (1) memantapkan dan meningkatkan mutu serta relevansi pendidikan tinggi Teknik Industri di Indonesia, (2) menampung dan mencari penyelesaian permasalahan dalam peyelenggaraan pendidikan tinggi Teknik Industri, (3) mengakomodasikan kerjasama antar anggota BKSTI dalam kegiatan pertukaran informasi dan penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dan (4) menjadi mitra Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan stakeholder lainnya dalam bidang pendidikan tinggi Teknik Industri.
  3. IIE (Institute of Industrial and System Engineering). Adalah lembaga profesional yang berdedikasi semata-mata untuk mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas. Lembaga ini didirikan pada 1948 dan disebut American Institute of Industrial Engineers sampai 1981, ketika nama ini diubah untuk mencerminkan basis keanggotaan internasionalnya. Anggota termasuk mahasiswa baik dan kaum profesional. IIE menyelenggarakan konferensi regional dan nasional tahunan di Amerika Serikat. IIE bermarkas di Amerika Serikat di Norcross, Georgia, pinggiran yang terletak di timur laut Atlanta.
  4. ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia). ISTMI sebagai organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22 Nopember 1986 di Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah diterima di kalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas konvensional keteknikan atau keindustrian.

 

 

Sumber:

http://iskfreund.tumblr.com/post/90304466591/etika-profesi

http://cicigreatworld.blogspot.co.id/2014/06/tugas-etika-profesi.html

http://sarahzia.blogspot.co.id/2014/06/tugas-etika-profesi.html

http://www.ciputra-uceo.net/blog/2015/11/19/pengertian-loyalitas-dan-serba-serbi-pengertian-loyalitas-karyawan

http://amelia086.blogspot.co.id/2009/05/makalah-pentingnya-etika-profesi.html

https://www.facebook.com/PerhimpunanErgonomiIndonesia/info/?tab=page_info

http://belajar-industri.blogspot.co.id/2011/08/komunitas-teknik-industri-indonesia-dan.html

http://bkti-pii.or.id/home/wp-content/uploads/2014/06/Menuju-Penyusunan-Strategi-Peningkatan-Daya-Saing-Pendidikan-Tinggi-Teknik-Industri.pdf

PERTAMBANGAN

Pertambangan adalah suatu kegiatan pengambilan endapan galian berharga dan bernilai ekonomis dari dalam kulit bumi, baik secara mekanis maupun manual, pada permukaan bumi, di bawah permukaan bumi, dan di bawah permukaan air. Hasil kegiatan pertambangan antara lain, minyak dan gas bumi, bijih mangaan, bijih emas, perak, batubara, pasir besi, bijih timah, bijih nikel, bijih bauksit, bijih tembaga, dan granit.

Tahapan kegiatan pertambangan yaitu:

  1. Prospeksi adalah suatu kegiatan penyelidikan dan pencarian untuk menemukan bagian endapan bahan galian atau mineral berharga.
  2. Eksplorasi adalah suatu kegiatan lanjutan dari prospeksi yang meliputi pekerjaan-pekerjaan untuk mengetahui ukuran, bentuk, posisi, kadar rata-rata dan besarnya cadangan serta “studi kelayakan” dari endapan bahan galian atau mineral berharga yang telah diketemukan.
  3. Eksploitasi adalah suatu kegiatan pertambangan yang meliputi pekerjaan-pekerjaan pengambilan dan pengangkutan endapan bahan galian atau mineral berharga sampai ke tempat penimbunan dan pengolahan/pencucian, kadang-kadang sampai ke tempat pemasaran.
  4. Sedangkan Pengolahan/pemurnian/pengilangan adalah suatu pekerjaan memurnikan atau meninggikan kadar bahan galian dengan jalan memisahkan mineral berharga dan yang tidak berharga, kemudian membuang mineral yang tidak berharga tersebut yang dapat dilakukan dengan cara kimia (BPS, 2004).

Jenis-jenis Hasil Tambang

  1. Emas dan Perak

Emas adalah logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs). Berat jenis emas tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan.

Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas dikatagorikan menjadi dua yaitu endapan primer dan endapan plaser. Emas banyak digunakan sebagai perhiasan, investasi, cadangan devisa dan lain-lain. Potensi endapan emas terdapat di hampir setiap daerah di Indonesia, seperti di Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Perak adalah logam yang terbentuk dan selalu bersama-sama dengan logam emas, yang mempunyai warna putih. Mineral-mineral yang terpenting yang mengandung perak adalah Perak alam (Ag), Argentite (Ag2S), Cerrargyrite (AgCl), Polybasite (Ag16 Sb2 S11), Proustite (Ag2 As S3) dan Pyrargyrite (Ag3 Sb S3). Kebanyakan perak di dunia berasal dari cebakan hydrothermal yang mengisi rongga-rongga. Kegunaannya adalah untuk perhiasan, cindera mata, logam campuran dan lain-lain. Potensinya selalu berasosiasi dengan logam lainnya seperti emas dan tembaga (Dirjen ESDM, 2007).

tambang emas

Tambang Emas

  1. Tembaga

Tembaga (Cu) mempunyai sistim kristal kubik, secara fisik berwarna kuning. Apabila tembaga dilihat dengan menggunakan mikroskop maka bijih akan berwarna pink kecoklatan sampai keabuan. Unsur tembaga terdapat pada hampir 250 mineral, tetapi hanya sedikit saja yang komersial. Pada endapan sulfida primer, kalkopirit (CuFeS2) adalah yang terbesar, diikuti oleh kalkosit (Cu2S), bornit (Cu5FeS4), kovelit (CuS), dan enargit (Cu3AsS4). Mineral tembaga utama dalam bentuk deposit oksida adalah krisokola (CuSiO3.2HO), malasit (Cu2(OH)2CO3),

dan azurit (Cu3(OH)2(CO3)2). Deposit tembaga dapat diklasifikasikan dalam lima tipe, yaitu: deposit porfiri, urat, dan replacement, deposit stratabound dalam batuan sedimen, deposit masif pada batuan volkanik, deposit tembaga nikel dalam intrusi/mafik, serta deposit nativ.

Umumnya bijih tembaga di Indonesia terbentuk secara magmatik. Pembentukan endapan magmatik dapat berupa proses hidrotermal atau metasomatisme. Logam tembaga digunakan secara luas pada bidang peralatan listrik. Kawat tembaga dan paduan tembaga digunakan dalam instalasi listrik rumah, perancangan motor listrik, bidang telekomunikasi, generator, kabel transmisi, komponen kendaraan bermotor, konduktor listrik, kabel dan tabung coaxial, tabung microwave, saklar, reaktifier transsistor, dan bidang-bidang yang membutuhkan sifat konduktivitas listrik dan panas yang tinggi, seperti untuk pembuatan tabung dan klep di pabrik penyulingan. Meskipun saingan tembaga yakni aluminium dapat digunakan untuk tegangan tinggi pada jaringan transmisi, tetapi tembaga masih memegang peranan penting untuk jaringan bawah tanah dan menguasai pasar kawat berukuran kecil, peralatan sektor yang berhubungan dengan larutan, sektor konstruksi, mesin pertanian, pesawat terbang dan kapal laut, atap, pipa ledeng, pengatur temperatur ruangan, campuran kuningan dengan perunggu, dekorasi rumah, mesin sektor non elektris, dan peralatan mesin. Potensi tembaga yang terbesar dimiliki Indonesia terdapat di Papua. Potensi lainnya menyebar di Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan (Dirjen ESDM, 2007).

  1. Batubara

Batubara berasal dari batuan hidrokarbon padat yang terbentuk dari tumbuhan dalam lingkungan bebas oksigen, serta terkena pengaruh tekanan dan panas yang berlangsung sangat lama. Proses pembentukan (coalification) memerlukan jutaan tahun, mulai dari awal pembentukan yang menghasilkan gambut, lignit, subbituminus, bituminous, dan akhirnya terbentuk antrasit. Di Indonesia, endapan batubara yang bernilai ekonomis terdapat di cekungan Tersier, yang terletak di bagian barat Paparan Sunda (termasuk Pulau Sumatera dan Kalimantan), pada umumnya endapan batubara tersebut tergolong usia muda, yang dapat dikelompokkan sebagai batubara berumur Tersier Bawah dan Tersier Atas. Potensi batubara di Indonesia sangat melimpah, terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dalam jumlah kecil, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan Sulawesi (Dirjen ESDM, 2007).

  1. Bauksit

Bauksit adalah bahan heterogen, yang mempunyai mineral dengan susunan terutama dari oksida aluminium, yaitu berupa mineral buhmit (Al2O3H2O) dan mineral gibsit (Al2O3 .3H2O). Secara umum bauksit mengandung Al2O3 sebanyak 45 – 65%, SiO2: 1 – 12%, Fe2O3: 2 – 25%, TiO2 >3%, dan H2O: 14 – 36%. Bijih bauksit terjadi di daerah tropika dan subtropika. Sifat dari  bijih bauksit yakni pelapukannya sangat kuat. Bauksit terbentuk dari batuan

sedimen yang mempunyai kadar Al nisbi tinggi, kadar Fe rendah dan kadar kuarsa (SiO2) bebasnya sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali. Batuan tersebut (misalnya sienit dan nefelin yang berasal dari batuan beku, batu lempung, lempung dan serpih. Batuan-batuan tersebut akan mengalami proses lateritisasi, yang kemudian oleh proses dehidrasi akan mengeras menjadi bauksit.

Bauksit dapat ditemukan dalam lapisan mendatar tetapi kedudukannya di kedalaman tertentu. Potensi dan cadangan endapan bauksit terdapat di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Pulau Bangka, dan Pulau Kalimantan (Dirjen ESDM, 2007).

tambang bauksit

Tambang Bauksit

  1. Granit

Granit adalah dalah salah satu batuan beku, yang bertekstur granitik dan struktur holokristalin, serta mempunyai komposisi kimia ±70% SiO2 dan ±15% Al2O3, sedangkan mineral lainnya terdapat dalam jumlah kecil, seperti biotit, muskovit, hornblende, dan piroksen. Umumnya granit berwarna putih keabuan, Sebagai batu hias warna granit lainnya adalah merah, merah muda, coklat, abu-abu, biru, hijau, dan hitam, hal ini tergantung pada komposisi mineralnya. Granit merupakan batuan beku asam plutonik atau terbentuk dan membeku dalam kerak bumi. Bentuk cebakan yang terjadi dapat berupa dike, sill, atau dalam bentuk masa yang besar dan tidak beraturan. Batuan lelehan dari granit disebut rhiolit, yang mempunyai susunan kimia dan mineral yang sama dengan granit tetapi tekstur dan strukturnya berlainan. Granit mempunyai sumber cadangan yang potensial, namun sampai saai ini belum banyak yang ditambang. Potensi tersebut terdapat di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan (Dirjen ESDM, 2007).

  1. Timah

Timah adalah logam berwarna putih keperakan, dengan kekerasan yang rendah, berat jenis 7,3 g/cm3, serta mempunyai sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi. Dalam keadaan normal (13 – 1600C), logam ini bersifat mengkilap dan mudah dibentuk. Timah terbentuk sebagai endapan primer pada batuan granit dan pada daerah sentuhan batuan endapan metamorf yang biasanya berasosiasi dengan turmalin dan urat kuarsa timah, serta sebagai endapan sekunder, yang di dalamnya terdiri dari endapan alluvium, elluvial, dan koluvium.

Mineral yang terkandung di dalam bijih timah pada umumnya mineral utama yaitu kasiterit, sedangkan pirit, kuarsa, zircon, ilmenit, plumbum, bismut, arsenik, stibnite, kalkopirit, kuprit, xenotim, dan monasit merupakan mineral ikutan.

Kegunaan timah banyak sekali terutama untuk solder, cendera mata, bahan baku logam pelapis, dan lain-lain. Potensi Timah di Indonesia terdapat di Pulau Bangka, Pulau Belitung, Pulau Singkep, dan Pulau Karimun (Dirjen ESDM, 2007).

  1. Nikel

Nikel digunakan sebagai bahan paduan logam yang banyak digunakan di berbagai sektor logam. Potensi nikel terdapat di Pulau Sulawesi, Kalimantan bagian tenggara, Maluku, dan Papua. Nikel biasanya terbentuk bersama-sama dengan kromit dan platina dalam batuan ultrabasa seperti peridotit, baik termetamorfkan ataupun tidak. Terdapat dua jenis endapan nikel yang bersifat komersil, yaitu: sebagai hasil konsentrasi residual silika dan pada proses pelapukan batuan beku ultrabasa serta sebagai endapan nikel-tembaga sulfida, yang biasanya berasosiasi dengan pirit, pirotit, dan kalkopirit. (Dirjen ESDM, 2007).

Sumber:

http://www.bangazul.com/pengertian-dan-jenis-pertambangan/

KASUS ILMU TEKNOLOGI DAN LINGKUNGAN

Pembangunan pada sektor industri merupakan salah satu cara yang paling tepat untuk menanggulangi masalah pengangguran serta kemiskinan. Hal tersebut juga dapat meningkatkan perekonomian negara sehingga dapat mengurangi barang import. Adanya perindustrian dapat mendidik bangsa menjadi bangsa yang produktif dan menghilangkan sifat konsumtif.

Meskipun memiliki dampak yang positif, pembangunan proyek industri juga dapat mengakibatkan kasus pencemaran yang dapat merusak lingkungan. Hal tersebut dapat terjadi karena proyek-proyek pembangunan industri atau kegiatan produksi tersebut tidak menaati kaidah lingkungan hidup sehingga terjadi pencemaran tanah, air dan udara yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan bagi masyarakat. Penyakit-penyakit yang timbul yaitu seperti penyakit kulit, gangguan pernapasan, gangguan pencernaan dan lain-lain.

Kasus pencemaran udara yang terjadi dapat diakibatkan oleh pembuangan gas pembakaran mesin diesel dan gas sisa produksi yang dibuang melalui cerobong asap. Cerobong asap tersebut sebenarnya merupakan alat untuk menyaring udara sisa sebelum dibuang, namun cerobong asap tersebut belum memiliki spesifikasi yang baik dalam mengurangi polusi.

pencemaran-udara-2

Gambar 1 Pencemaran Udara

Pencemaran air dan tanah dipengaruhi oleh pembuangan limbah yang dibuang ke sungai atau saluran air warga. Pencemaran ini dakibatkan juga oleh pengolahan dan sterilisasi limbah yang kurang baik sehingga limbah yang dibuang ke sungai masih mengandung bahan-bahan logam maupun organik yang berbahaya. Bahan-bahan ini bukan hanya mengganggu kesehatan warga namun juga dapat mengganggu populasi hewan dan tumbuhan air serta dapat menyebabkan mutasi.

download

Gambar 2 Pencemaran Air dan Tanah

Pembangunan industri seringkali digunakan bahan-bahan kimia dalam proses produksi. Bahan-bahan kimia tersebut seringkali mengakibatkan keracunan bagi orang yang mengenainya. Bahan-bahan kimia berbahaya yang sering digunakan pada proses produksi adalah HCl, H2s, H2SO4, HNO3. Bahan tersebut dapat berupa asam dan basa. Bahan-bahan tersebut sering mengakibatkan gangguanpernapasan dan iritasi pada kulit yang terkandung di dalam bahan tersebut.

download (1)

Gambar 3 Pencemaran Bahan Kimia

Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dijelaskan bahwa upaya penanganan terhadap permasalahan pencemaran terdiri dari langkah pencegahan terhadap permasalahan pencemaran dan langkah pengendalian. Upaya pencegahan yaitu dengan mengurangi sumber dampak lingkungan yang lebih berat. Adapun penanggulangan dan pengendaliannya adalah upaya pembuatan standar bahan baku mutu lingkungan, pengawasan lingkungan dan penggunaan teknologi dalam upaya mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Secara umum, berikut ini merupakan upaya pencegahan atas pencemaran lingkungan.

  1. Mengatur sistem pembuangan limbah industri sehingga tidak mencemari lingkungan.
  2. Menempatkan industri atau pabrik terpisah dari kawasan pemukiman penduduk.
  3. Melakukan pengawasan atas penggunaan beberapa jenis pestisida, insektisida, dan bahan kimia lain yang berpotensi menjadi penyebab dari pencemaran lingkungan.
  4. Melakukan penghijauan.
  5. Memberikan sanksi stau hukuman secara tegas terhadap pelaku kegiatan yang mencemari lungkungan.
  6. Penggunaan lahan yang ramah lingkungan.
  7. Melakukan penyuluhan dan pendidikan lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti dan manfaat lingkungan hidup yang sesungguhnya disekitar kawasan industri.

Sumber:

ILMU TEKNOLOGI DAN LINGKUNGAN

Pembangunan yang berkelanjutan, diartikan sebagai pembangunan yang tidak ada henti-hentinya dengan tingkat hidup generasi yang akan datang tidak boleh lebih buruk atau justru harus lebih baik daripada tingkat hidup generasi saat ini. Keberlanjutan pembangunan ini dapat didefinisikan dalam arti lunak yaitu bahwa generasi yang akan datang harus berada dalam posisi yang tidak lebih buruk daripada generasi sekarang. (Suparmoko dkk, 2007)

Menurut World Comission on Environment and Development (WCED), pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Ada 2 konsep kunci utama yaitu kebutuhan (needs) yang sangat esensial untuk penduduk miskin dan perlu diprioritaskan serta keterbatasan (limitation) dari kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang dan yang akan datang. (Hadi, 2001)

Pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia. Pembangunan yang berkelanjutan pada hekekatnya ditujukan untuk mencari pemerataan pembangunan antar generasi pada masa kini maupun masa mendatang (http://www.rudyct.com).

Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. Lebih luas daripada itu, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup aspek kebijakan yaitu pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan. Skema pembangunan berkelanjutan terletak pada titik temu tiga pilar tersebut (http://id.wikipedia.org).

gambar-4

Gambar 1 Skema Pembangunan Berkelanjutan

Kebijakan pembangunan Nasional menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan yang memadukan ketiga pilar pembangunan yaitu bidang ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Dalam penerapan prinsip Pembangunan Berkelanjutan tersebut pada Pembangunan Nasional memerlukan kesepakatan semua pihak untuk memadukan tiga pilar pembangunan secara proposional. Sejalan dengan itu telah diupayakan penyusunan Kesepakatan Nasional dan Rencana Tindak Pembangunan Berkelanjutan. (http://geo.ugm.ac.id)

Ada tiga prinsip utama pembangunan berkelanjutan. Prinsip utama tersebut adalah sebagai berikut: (Keraf, 2002)

  1. Prinsip demokrasi, menjamin agar pembangunan dilaksanakan sebagai perwujudan kehendak bersama seluruh rakyat demi kepentingan bersama seluruh rakyat.
  2. Prinsip keadilan, menjamin bahwa semua orang dan kelompok masyarakat memperoleh peluang yang sama untuk ikut dalam proses pembangunan serta ikut menikmati hasil-hasil pembangunan.
  3. Prinsip keberlanjutan, mengharuskan adanya rancangan agenda pembangunan dalam dimensi visioner jangka panjang yang pada akhirnya akan menunjang prinsip keadilan antar generasi.

Konsep keberlanjutan pada pembangunan mengandung dua dimensi. Dimensi waktu karena keberlanjutan tidak lain menyangkut apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Dimensi interaksi antara sistem ekonomi dan sistem sumber daya alam dan lingkungan (Fauzi, 2004).

Pembangunan berwawasan lingkungan menghendaki beberapa syarat. syarat-syarat pembangunan berwawasan lingkungan adalah adalah berikut: (Hadi, 2001: 6)

  1. Pembangunan itu sarat dengan nilai, dalam arti bahwa ia harus diorientasikan untuk mencapai tujuan ekologis, sosial dan ekonomi
  2. Pembangunan itu membutuhkan perencanaan dan pengawasan yang seksama pada semua tingkat
  3. Pembangunan itu menghendaki pertumbuhan kualitatif setiap individu dan masyarakat
  4. Pembangunan membutuhkan pengertian dan dukungan semua pihak bagi terselenggaranya keputusan yang demokratis
  5. Pembangunan membutuhkan suasana yang terbuka, jujur dan semua yang terlibat senantiasa memperoleh informasi yang aktual

Kerangka kerja kebijakan publik atau pembangunan akan ditentukan oleh beberapa variabel. Variabel-variabel tersebut adalah sebagai berikut (Subarsono, 2005):

  1. Tujuan yang akan dicapai
  2. Preferensi nilai seperti apa yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan kebijakan
  3. Sumberdaya yang mendukung kebijakan
  4. Kemampuan aktor yang terlibat dalam pembuatan kebijakan
  5. Lingkungan yang mencakup lingkungan sosial, ekonomi, politik dan sebagainya
  6. Strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan

Dalam konsep pembangunan berkelanjutan, tabrakan kebijakan yang memungkinkan dapat terjadi antara kebutuhan menggali sumberdaya alam untuk memerangi kemiskinan dan kebutuhan mencegah terjadinya degradasi lingkungan perlu dihindari serta sejauh mungkin dapat berjalan secara berimbang. Pembangunan berkelanjutan juga mengharuskan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat dan adanya kesempatan yang luas kepada warga masyarakat untuk mengejar cita-cita akan kehidupan yang lebih baik dengan tanpa mengorbankan generasi yang akan datang (Sutamihardja, 2004).

Metode kualitatif terdiri dari tiga cara pengumpulan data : (1) wawancara mendalam, wawancara dengan format pertanyaan terbuka; (2) observasi langsung; dan (3) pemanfaatan dokumen tertulis, termasuk sumber-sumber tertulis dari hasil wawancara terbuka pada kuesioner, buku harian, dan catatan program. Data wawancara terbuka terdiri dari kutipan langsung dari orang tentang pengalaman, opini, perasaan dan pengetahuannya. Data hasil observasi terdiri dari deskripsi mendalam mengenai kegiatan suatu program, perilaku para peserta, aksi para staf dan interaksi antarsesama secara luas yang dapat menjadi bagian dari pengalaman program. Dokumen diambil dari kutipan-kutipan yang dianalisis, kutipan-kutipan, atau seluruh kalimat dari hasil rekaman, surat menyurat, laporan resmi dan survey yang menggunakan pertanyaan terbuka (Patton, 2006).

Sumber:

http://sucikadarwati.blogspot.com/2014/05/makalah-ilmu-teknologi-dan-pengetahuan.html

Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. Lebih luas daripada itu, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup aspek kebijakan yaitu pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan. Skema pembangunan berkelanjutan terletak pada titik temu tiga pilar tersebut (http://id.wikipedia.org).

PERKEMBANGAN PENDUDUK

Jumlah penduduk pada suatu negara selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi atau perpindahan penduduk. Perubahan keadaan penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survei penduduk. Jumlah penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai dengan sensus terakhir jumlahnya terus bertambah. Sensus pertama dilaksanakan pada tahun 1930 oleh pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan sensus yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan yang terakhir 2000. Sensus di Indonesia dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan waktu pelaksanaan sensus di Indonesia diadakan sepuluh tahun sekali. Berikut ini merupakan jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus tahun 1930 – 2000.

Untitled

            Berdasarkan data sensus di atas dapat dilihat bahwa perkembangan jumlah penduduk di Indonesia selalu mengalami peningkatan. Peningkatan perkembangan jumlah penduduk tersebut tidak hanya terjadi di negara Indonesia. Perkembangan penduduk juga terjadi di negara-negara lain. Berikut ini meruakan penjelasan mengenai perbandingan jumlah, kepadatan dan laju penduduk Indonesia dengan beberapa negara lain.

INDONESIA DENGAN NEGARA-NEGARA ASEAN

            Dalam hal jumlah penduduk, Indonesia menempati urutan pertama di negara ASEAN. Berdasarkan pada aspek kepadatan penduduknya, indonesia menempati urutan ke lima, yaitu 114 jiwa per km2. Kepadatan penduduk tertinggi di negara-negara ASEAN ditempati oleh negara Singapura, sedangkan kepadatan penduduk terendah ditempati oleh negara Brunei Darussalam. Sedangkan pada tahun 2005, laju pertumbuhan penduduk di Indoesia menenpati posisi ke enam (1,45% per tahun), setelah Laos (2,3% per tahun) Filipina (2,0% per tahun) Malaysia (1,80% per tahun), Brunei Darussalam (1,9% per tahun), Kamboja (1,8% per tahun) serta Singapura dan Thailand (0,8% per tahun). Di negara-negara ASEAN, beberapa negara pertumbuhan penduduknya masih tergolong tinggi. Akan tetapi secara keseluruhan persentase pertumbuhan penduduk telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Berikut ini merupakan tabel pertumbuhan penduduk negara ASEAN pada tahun 2005.

image2

INDONESIA DENGAN NEGARA-NEGARA DUNIA

Jumlah penduduk negara Indonesia apabila dibandingkan dengan negara-negara di dunia, maka Indonesia menempati posisi ke empat yaitu sebanyak 215,27 juta jiwa. Sedangkan negara-negara di dunia yang menenpati posisi pertama, kedua dan ketuga dalam hal jumlah penduduk yaitu negara Cina (1,306 milyar jiwa), India (1,068 milyar jiwa) dan Amerika Serkat (295 juta jiwa) pada tahun 2005. Negara terpadat penduduknya adalah Macao (22.260 jiwa per km2), setelah itu Monako(16.135 jiwa per km2) dan Singapura (7.461 jiwa per km2). Indonesia memiliki kepadatan penduduk jauh di bawah ketiga negara tersebut, yaitu sebesar 341 jiwa per km. Berikut ini merupakan tabel yang menunjukkan pertumbuhan penduduk di negara-negara dunia.

image3

Berdasarkan tabel di atas,maka dapat diketahui bahwa negara Cina dan India adalah dua negara yang jumlah penduduknya terbesar, bukan hanya di Asia tetapi juga di dunia dan sudah berusaha menekan laju pertumbuhan penduduknya. Selain mengenai pertumbuhan penduduk di Cina dan India. Pertumbuhan penduduk di negara-negara Afrika dan Timur Tengah umumnya masih sangat tinggi dan berada di atas Indonesia serta negara Amerika Serikat, Eropa dan Rusia umumnya sangat kecil. Berikut ini merupakan peta dunia yang menggambarkan pertumbuhan penduduk pada tahun 2000 yang dinyatakan dalam persen.

image13

MASALAH YANG TIMBUL AKIBAT PERTUMBUHAN PENDUDUK

Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang yang mempunyai masalah dengan laju pertumbuhan penduduknya, jumlah penduduk di indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Karena banyaknya jumlah penduduk populasi di sebuah wilayah semakin banyak dan padat, dan semua ini menjadi sebuah masalah khususnya di kota-kota besar yang terdapat banyak penduduk contohnya seperti ibukota jakarta, yang semakin lama semakin padat. Berdasarkan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 237,6 juta jiwa atau bertambah 32,5 juta jiwa sejak tahun 2000. Artinya, setiap tahun selama periode 1990-2000, jumlah penduduk bertambah 3,25 juta jiwa. Jika di alokasikan ke setiap bulan maka setiap bulannya penduduk Indonesia bertambah sebanyak 270.833 jiwa atau sebesar 0,27 juta jiwa. iniah yang disebut ledakan penduduk. Dengan kepadatan penduduk ini dapat menimbulkan masalah sosial baru seperti pengangguran, kemisikinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya kriminalaitas dan tindak kejahatan, pemukiman kumuh, serta lingkungan yang tidak sehat. Jika melihat perkembangan zaman, makin besar jumlah penduduk ternyata makin besar pula permasalahan yang timbul. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan semakin mendesaknya kehidupan manusia akan kebutuhan hidup, namun semakin kecilnya peluang atau kesempatan dalam dunia kerja.

 

SOLUSI UNTUK MENGATASI MASALAH PERTUMBUHAN PENDUDUK

Program-program pemerintah yang telah tersedia seharusnya dapat diterapkan sebagai solusi untuk mengatasi masalah pertumbuhan penduduk. contoh program pemerintah yaitu dengan Keluarga Berencana, Transmigrasi, dan Peningkatan kualitas SDM melalui BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) dan kemenakertrans (kementerian tenaga kerja dan transmigrasi). Melalui program BKKBN dapat dilakukan pengendalian jumlah penduduk dengan cara menekan angka kelahiran melalui pembatasan jumlah kelahiran, menunda usia perkawinan dini dan selalu mensosialisasikan program KB kepada pasangan yang menikah serta menghilangkan anggapan masyarakat bahwa banyak anak banyak rejeki. Pemerataan persebaran penduduk juga sangat penting, pemerataan persebaran penduduk dapat dilakukan dengan transmigrasi dan  pembangunan industri ke wilayah yang jarang penduduknya. Untuk mencegah urbanisasi, pemerintah harus melaksanakan program berupa pemerataan pembangunan hingga pelosok serta pembangunan sarana dan prasarananya di pedesaan, dan pemberdayaan ekonomi di pedesaan. Hal yang tidak kalah penting yaitu peningkatan kualitas SDM. Banyak penduduk yang masih minim kesadaran akan pentingnya pendidikan, rendahnya pendidikan menyebabkan  masyarakat menjadi keterbelakangan sehingga rendahnya penguasaan terhadap teknologi maju sehingga harus mendatangkan tenaga ahli dari luar, solusinya yaitu program wajib belajar 9 tahun sebaiknya diganti menjadi program wajib belajar 12 tahun, meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, menyempurnakan kurikulum berdasarkan perkembangan dan tantangan zaman, memberikan beasiswa untuk pelajar/ mahasiswa berpresatasi, dan program sekolah gratis 12 tahun bagi pelajar yang kurang mampu.

 

 

Sumber:

http://genius.smpn1-mgl.sch.id/file.php/1/ANIMASI/ekonomi%20dan%20Sosial/Dinamika%20Penduduk%20dan%20Unsur-Unsurnya/index.html

http://costoendnow.blogspot.com/2013/09/masalah-sosial-yang-timbul-akibat.html

SUMBER DAYA ALAM

retnoeka

HUTAN MANGROVE

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di daerah pantai, biasanya terdapat di daearah teluk dan di muara sungai yang dicirikan denga tidak terpengaruh oleh iklim, dipengaruhi pasang surut, tanah tergenang air laut, tanah rendah pantai, hutan tidak mempunyai struktur tajuk, jenis-jenis pohonnya biasanya terdiri dari api-api (Avicenia sp.), pedada (Sonneratia sp.), bakau (Rhizophora sp.), lacang (Bruguiera sp.), nyirih (Xylocarpus sp.), nipah (Nypa sp.) dan lain-lain. Hutan mangrove dibedakan dengan hutan pantai dan hutan rawa. Hutan pantai yaitu hutan yang tumbuh disepanjang pantai, tanahnya kering, tidak pernah mengalami genangan air laut ataupun air tawar. Ekosistem hutan pantai dapat terdapat disepanjang pantai yang curam di atas garis pasang air laut. Kawasan ekosistem hutan pantai ini tanahnya berpasir dan mungkin berbatu-batu. Sedangkan hutan rawa adalah hutan yang tumbuh dalam kawasan yang selalu tergenang air tawar. Oleh karena itu, hutan rawa terdapat di daerah yang landai, biasanya terletak di belakang hutan payau.

Lihat pos aslinya 763 kata lagi